Miliki 23 Pokja, Adiwiyata Mandiri SMPN 1 Wajak Terapkan Pembiasaan

  • 04-12-2019 / 15:54 WIB
  • Kategori:Sekolah
Miliki 23 Pokja, Adiwiyata Mandiri SMPN 1 Wajak Terapkan Pembiasaan

Malangpostonline.com - Kerja keras harus dilakukan pihak SMPN 1 Wajak Kabupaten Malang untuk keberlanjutan predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri. Kelompok kerja (Pokja) adiwiyata harus selalu diperkuat keberadaan dan kontribusi aktifnya.

Ketua Program Adiwiyata SMPN 1 Wajak, Agus Imam Syafiii mengungkapkan, paling berat dalam mewujudkan adiwiyata adalah pembiasaan perilaku berbudaya dan peduli lingkungan warga sekolah. Karena itu, katanya, keberadaan pokja menjadi sangat penting dan utama.

"Ada setidaknya 23 pokja yang dibentuk mendukung program adiwiyata di SMPN 1 Wajak. Beberapa diantaranya melibatkan secara aktif siswa hingga dua kelas beserta guru wali kelasnya. Nah, kegiatan pokja ini yang bisa mendorong pembiasaan ber-adiwiyata," kata Agus Imam Syafii, Rabu (4/11) siang.

Menurutnya, beberapa pokja utama ini diantaranya pokja yang berkaitan dengan sampah, energi, keanekaragaman hayati, (sanitasi) air, dan makanan sehat. Sebagian pokja juga memiliki tanggung jawab lebih berat, seperti pokja pengelolaan sampah dan kebersihan toilet.

"Kekompakan internal memang sangat penting untuk keberhasilan dan keberlanjutan sekolah adiwiyata. Terlebih, penempatan guru atau wali kelas dalam tim adiwiyata, memang harus disiapkan khusus," tegasnya.

Agus Imam mengungkapkan, program adiwiyata SMPN 1 Wajak dicanangkan sejak 2011 silam, dimulai dari kantin sekolah yang sehat dan bebas plastik.

"Pembiasaan paling getol awalnya kegiatan bebas sampah dan kebersihan lingkungan sekolah. Sempat terhenti beberapa saat memang. Namun, pembiasaan adiwiyata terus berlanjut, bahkan tidak terputus jika pun sudah menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri," harapnya.

Sementara, kepala SMPN 1 Wajak, Abdul Rozaq MSi mengungkapkan, butuh setidaknya 2 sampai 3 tahun intensif untuk bisa mempertahankan dan membudayakan sekolah berwawasan lingkungan yang dipimpinnya.

"Kerja keras membangun sekolah adiwiyata ini bisa 2-3 tahun. Sekolah adiwiyata mandiri ini tidak seperti yang biasa. Harus ada juga pembudayaan inovasi yang terbarukan yang terbangun pada anak-anak didik," jelasnya.

Menurut Rozaq, inovasi lingkungan terbarukan terlahir dari kajian lingkungan yang bisa dilakukan sewaktu-waktu. Dan, di SMPN 1 Wajak sendiri sudah ada dua inovasi lingkungan terbarukan yang sudah dibuat. Salah satunya yang paling diunggulkan, penyulingan minyak dari buah leci dan pengolahan sereh (serehisasi) menjadi jenis minuman alami menyehatkan.

Sebelumnya, pada Jumat (29/11) lalu, SMPN 1 Wajak telah mendapatkan kunjungan Verifikasi Lapangan Tim Penilai Sekolah Adiwiyata Nasional. Sebelumnya, SMPN 1 ini juga mendapatkan predikat penghargaan juara Lomba UKS Provinsi Jawa Timur (2017) dan Lomba Lingkungan Sekokah Sehat (LLSS) Nasional (2018). (amn/Malangpostonline.com)

Editor : amn
Uploader : slatem
Penulis : amn
Fotografer : amn

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU