Seru, Orang Tua Jadi Guru Di SD Insan Amanah

  • 12-12-2019 / 13:47 WIB
  • Kategori:Sekolah
Seru, Orang Tua Jadi Guru Di SD Insan Amanah KOMPAK: Kepala SD Insan Amanah Dr. Suhardini Nurhayati,  M. Pd.,  bersama para orang tua saat pembukaan kegiatan Teaching Challenge for Parent.

Malangpostonline.com - Sekali-kali boleh lah kalau orang tua mengambil alih tugas guru di kelas. Karena pada dasarnya pendidikan tidak hanya tugas guru semata. Tetapi juga bagian dari tanggung jawab orang tua. Jadi tidak ada salahnya jika orang tua diberikan kesempatan untuk mengajar selayaknya guru menyampaikan materi pelajaran kepada siswa.

Seperti yang terlihat di SD Insan Amanah, Kamis (12/12) kemarin, suasana kelas di sekolah yang berada di jalan Sukarno Hatta tampak berbeda dari biasanya. Kegiatan belajar mengajar yang biasanya dipandu oleh guru digantikan oleh orang tua wali siswa. 

Hanya saja bukan materi pelajaran yang diajarkan, tetapi lebih pada pengenalan berbagai macam profesi. Seperti pilot, dosen, dokter, psikolog, chef, TNI, Polri dan lain sebagainya. 

Dalam kesempatan yang dibingkai dengan kegiatan bernama Teaching Challenge for Parent ini, orang tua wali siswa mengajar sesuai dengan profesi masing-masing, dengan durasi waktu sekitar 45 menit. 

Meskipun mengajar bukan pekerjaan sehari-harinya, ternyata mereka cukup bisa berperan selayaknya seorang guru di kelas. Dalam hal penguasaan kelas pun terbilang lumayan bagus. Hal itu terlihat dari antusiasme siswa selama pembelajaran. 

Beberapa 'guru dadakan' tersebut juga bisa melaksanakan proses pembelajaran secara interaktif. Bahkan diantara mereka menampilkan slide power point dan media pembelajaran. Sehingga tidak terkesan monoton dan membosankan. 

Salah satu orang tua wali siswa, yang berprofesi sebagai dokter gigi, drg. Risma Aprinda Kristanti,  M. Si mengatakan, mengajar siswa usia SD menjadi tantangan tersendiri. Sebab tidak seperti siswa SMP dan SMA yang lebih mudah untuk diajak kerjasama. "Kita harus berfikir bagaimana bisa menarik perhatian anak-anak, termasuk memikirkan metode yang tepat agar tidak membosankan," katanya. 

Ia mengaku meskipun mengajar siswa SD butuh persiapan. Maka sebelum masuk kelas ia telah mempersiapkan diri dengan perangkat pembelajaran. Seperti alat peraga dan slide power point. "Yang penting menurut saya lebih pada metodenya," tegasnya. 

Kepala SD Insan Amanah, Dr. Suhardini Nurhayati, M.Pd., menjelaskan Teaching Challenge for Parent memberikan banyak arti bagi seluruh komponen lembaga. Mulai guru, siswa maupun orang tua. Sebab, kata dia, siapapun dapat menjadi sumber ilmu. "Karena sejatinya manusia itu ya guru ya murid. Demikian juga orang tua termasuk guru-guru sendiri," ujarnya. 

Lulusan S3 Universitas Negeri Malang ini menambahkan, Teaching Challenge for Parent  menambah wawasan siswa tentang berbagai macam profesi yang selama ini tidak diberikan oleh guru. "Maka kita berikan kesempatan ini kepada orang tua, agar anak-anak wawasannya bertambah,"  imbuhnya.

Teaching Challenge for Parent kaki ini sudah kedua kalinya digelar SD Insan Amanah. Respon orang tua terhadap program tersebut sangat tinggi. Setidaknya tahun ini ada 50 orang tua yang mengajar siswa di kelas. Jumlah ini lebih banyak dari tahun sebelumnya. 

Hal tersebut menunjukkan bahwa perhatian orang tua terhadap pendidikan putra-putri mereka di SD Insan Amanah sangat besar. Dan kepercayaan tersebut menjadi bukti akan mutu dan kualitas SD Insan Amanah yang menjadi juara nasional sekolah sahabat keluarga tahun ini. "Artinya ini tidak sekedar apresiasi tapi wujud nyata. Bahwa kami betul-betul menjadikan orang tua sebagai bagian penting dari keluarga besar sekolah," pungkasnya. (imm/Malangpostonline.com)

Editor : imm
Uploader : irawan
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU