SDK Mardi Wiyata 2 Kenalkan Aneka Satwa Di Class Meeting Day

  • 19-12-2019 / 15:42 WIB
  • Kategori:Sekolah
SDK Mardi Wiyata 2 Kenalkan Aneka Satwa Di Class Meeting Day Kepala SDK Mardi Wiyata 2 Fr. M. Albertus Sukatno, BHK., S.Ag didampingi Waka Humas Albertus Hariyanto, S.Pd., dan Ketua BP2 Yefta Sisetya Bersama perwakilan komunitas flora dan fauna dalam ses ikrar bersama menuju Sekolah Ramah AnakĀ 

Malangpostonline.com - Rabu (18/12) kemarin, siswa SDK Mardi Wiyata 2 dikejutkan dengan sejumlah binatang jenis reptil dan anjing di halaman sekolah mereka. Seperti halnya sebuah pameran, aneka reptil dan anjing ini dijejer dalam beberapa stand sesuai jenisnya. Tak ayal, pemandangan unik menarik perhatian siswa dan membuat mereka berdatangan untuk melihat dari jarak dekat. 

Sembari mengamati aneka jenis reptil dan anjing beberapa siswa terlihat antusias bertanya kepada tim yang bertugas. Bahkan diantaranya ada yang berani memegang ular dari jenis piton. 

Selain reptil dan anjing juga ada aneka jenis kucing dan musang. Bermacam jenis binatang tersebut dibawa oleh komunitas-komunitas pecinta anjing, reptil, kucing dan musang yang sengaja diundang oleh SDK Mardi Wiyata 2 untuk mewarnai kegiatan Class Meeting Day. 

Dalam kesempatan tersebut ada sesi presentasi oleh setiap komunitas yang menjelaskan tentang jenis dan cara memelihara binatang yang dibawanya. Misalnya yang dipresentasikan oleh tim dari komunitas Dog Meat Free Indonesia (DMFI). Mereka menjelaskan beberapa jenis dan tipe anjing, seperti toy dog, working dog, guard dog dan sporting dog. 

Demikian juga dari komunitas reptil, mereka memamerkan ular, iguana dan laba-laba. Baik yang sifatnya jinak maupun yang buas atau beracun. Misalnya ular ada jenis boa, piton, viper, anaconda dan lain sebagainya. 

Kehadiran para komunitas binatang ini menambah khasanah pengetahuan siswa akan fauna. Sehari sebelumnya, para siswa juga mendapat pengetahuan tentang flora dari komunitas tumbuhan. 

Dari momentum tersebut, diharapkan siswa semakin cinta dan peduli terhadap lingkungan. Hal tersebut disampaikan oleh Fr. M. Albertus Sukatno, BHK., S.Ag selaku Kepala SDK Mardi Wiyata 2. "Tujuannya supaya anak peduli terhadap lingkungan mereka dan bisa menyayangi tanaman maupun binatang," ucapnya kepada Malangpostonline.com. 

Menurutnya, dalam membangun situasi dan kondisi yang ramah anak harus ada keterkaitan yang harmonis antara manusia dan lingkungan. 

Membangun keharmonisan tersebut salah satunya dengan cara memperkenalkan pada siswa akan jenis dan karakteristik flora dan fauna. "Harus ada korelasi antara kehidupan manusia dengan lingkungannya," imbuhnya. 

Kegiatan Class Meeting Day SDK Mardi Wiyata 2 digelar sejak tanggal 13 Desember 2019 lalu. Selama hampir sepekan penuh kegiatan tahunan tersebut dipersembahkan untuk siswa dan orang tua dengan bermacam jenis edukasi.  

Diantaranya edukasi alat pemadam kebakaran, seminar parenting ramah anak, seminar penyuluhan kesehatan, edukasi panggung boneka, edukasi preventif bela diri dan edukasi cooking class menu gizi seimbang. Selain itu juga ada edukasi entrepreneur produk bahan recycle, edukasi literasi dan science, edukasi teknik mewarna dan creative marker, serta yang terakhir edukasi flora dan fauna. 

Sukatno menjelaskan seluruh rangkaian kegiatan class meeting merupakan sebuah upaya untuk menyeimbangkan kemampuan olah hati, olah pikir, olah rasa dan olahraga pada diri siswa. Adapun tema dari kegiatan class meeting day tahun ini adalah menciptakan lingkungan ramah anak dan menjadikan anak ramah lingkungan. 

Menurutnya, ramah lingkungan erat kaitannya dengan kesehatan. Dan antara kesehatan dan pendidikan bagaikan dua sisi mata uang yang saling berkaitan. "Kalau fisik sehat siswa dapat menerima pelajaran dengan baik. Berbeda jika dalam kondisi sakit, anak akan sulit menerima pelajaran," terangnya. 

Maka dari itu, lanjut dia, guru bekerjasama dengan Badan Pemerhati Pendidikan (BP2) SDK Mardi Wiyata 2 meramu konsep Class Meeting Day sehingga bernilai pada peningkatan kesehatan siswa. "Kami ingin anak-anak sehat jasmani dan rohaninya, dengan cara mengedukasi mereka dan orang tua untuk lebih menyadari arti kesehatan untuk hasil pendidikan yang maksimal," tandasnya. (imm/Malangpostonline.com)

Editor : imm
Uploader : irawan
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU