Demi Kemaslahatan Bangsa, Muhammadiyah Bagian Pelaku Sejarah

  • 22-12-2019 / 23:31 WIB
  • Kategori:Sekolah
Demi Kemaslahatan Bangsa, Muhammadiyah Bagian Pelaku Sejarah

Malangpostonline.com - Pesan mendasar banyak ditekankan saat Pengajian Daerah Muhammadiyah di SMKM 1 Kepanjen, Ahad (22/12). Demi kemaslahatan bangsa, menjadi motivasi Muhammadiyah untuk menjadi bagian dari pelaku dalam mewujudkannya.

"Nilai beragama Muhammadiyah itu fungsional, yakni sebagi ummatan wasathan (umat pilihan), untuk rahmatan lil'alamin," demikian wakil ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Dr M Ilyas, MA, di sela menjadi pemateri pengajian ini.

Akan tetapi, lanjutnya, menjadi ummatan wasathan ini bukanlah cek kosong, namun berkonsekuensi tugas sebagai saksi-saksi sejarah. Artinya, bisa berperan menjadi pelaku sejarah, bukan sekadar penonton.

Dikatakan, dengan prinsip menjadi saksi sejarah ini, Muhammadiyah tidak boleh tinggal diam, termasuk dalam urusan negara dan pemerintahan. Terlebih, ini juga sesuai hasil Muktamar Muhammadiyah sebelumnya.

"Muhammadiyah dan warganya sudah mengakui berada dalam negara yang hasil konsensus bersama. Ya, bersepakat memberikan kesaksian, dengan terlibat dalam pembangunan, sesuai koridor hukum dan perundangan yang berlaku," jelasnya.

Dr M Ilyas juga menegaskan, bahwa untuk mewujudkan kemaslahatan bangsa Indonesia, salah satunya telah diputuskan menjadi rekomendasi kenegaraan dalam muktamar. Diantaranya, perlunya meritokrasi mewujudkan tujuan kemaslahatan.

"Rekomendasi ini akan terus dipertajam, bahwa meritokrasi penting untuk menghindari kerugian bangsa dan negara. Karena, jika urusan pemerintahan tidak berdasar kinerja prestasi, dan lebih karena kedekatan dengan penguasa, maka bisa terjadi kehancuran," tegasnya.

Kepada ribuan warga Muhammadiyah peserta engajian, Dr M Ilyas juga banyak memperkuat keyakinan dan motivasi untuk ber-fastabiqul khairat (bersemangat dalam hal kebajikan). Menurutnya, fastabiqul khairat ini lah yang menjadi kepribadian umatan wasathan.

Ia mengimbau, saat berlomba (melakukan amal kebaikan), itu tidak pernah kalah. Menurutnya, berkepribadian kebaikan ini artinya harus selalu terdepan untuk kemaslahatan umat. (amn/Malangpostonline.com)

Editor : amn
Uploader : slatem
Penulis : amn
Fotografer : amn

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU