SMK PIM Siapkan Rencana Perangkat Pembelajaran Satu Lembar

  • 03-01-2020 / 17:15 WIB
  • Kategori:Sekolah
SMK PIM Siapkan Rencana Perangkat Pembelajaran Satu Lembar WORKSHOP: Pengawas SMK Kota Malang dan Batu, Drs. H. Gogok R Basuki, M.Pd memberikan materi tentang perangkat pembelajaran di SMK PIM.

Malangpostonline.com -  SMK Putra Indonesia Malang (PIM) menggelar workshop perangkat kurikulum semester genap, mulai Jumat (3/1) hingga Sabtu (4/1). Workshop ini diadakan untuk menyikapi keinginan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim tentang penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menjadi satu lembar.

Pemangkasan ini dilakukan agar guru tidak kehabisan waktu mengerjakan perkara administratif. Ini diungkapkannya saat rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks DPR/MPR, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Desember 2019 lalu. RPP merupakan berkas rencana kegiatan pembelajaran tatap muka yang harus diisi guru sebelum memulai kelas.

Ada tiga komponen inti dalam RPP yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan assesment. RPP penting untuk tetap diimplementasi. Sebab, selama ini berkas RPP sangat menyita waktu guru-guru karena bisa sampai 20 halaman. Workshop yang diadakan di kampus PIM, Jalan Barito No 5 Kota Malang, juga dihadiri guru dari sekolah lain.

Yakni beberapa guru dari SMK Al Azhar Malang. Kepala SMK PIM, Siti Zubaidah, S.Pd mengatakan workshop perangkat pembelajaran semester genap dibimbing oleh Pengawas SMK Kota Malang dan Batu, Drs. H. Gogok R Basuki, M.Pd. “RPP satu lembar berisi tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan assesment,” ungkapnya.

“Sekarang ini, guru secara bebas dapat memilih, membuat, menggunakan dan mengembangkan format RPP. Penulisan RPP dilakukan dengan efisien dan efektif sehingga guru memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses pembelajaran itu sendiri,” papar Zubaidah, sapaan akrabnya kepada malangpostonline.com.

Dijelaskannya, SMK PIM tetap memasukkan Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi sebagai dasar untuk membuat penilaian para siswa. “Selain itu, dalam workshop juga dilakukan penguatan pedagogik untuk para guru dalam strategi pembelajaran atau gaya pembelajaran yang harus mereka kuasai,” tutupnya. (mar)

Editor : mar
Uploader : slatem
Penulis : marga
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU