Penuh Haru, Serah Terima Jabatan Kepala SDIT Ahmad Yani

  • 06-01-2020 / 19:09 WIB
  • Kategori:Sekolah
Penuh Haru, Serah Terima Jabatan Kepala SDIT Ahmad Yani SINERGI: Kepala SDIT Ahmad Yani, Nurdiah Rachmawati, M. Pd (enam dari kanan) dan mantan Kepala Sekolah Mutini, S.Pd bersama Pengurus Yayasan Jenderal Ahmad Yani bertekad mewujudkan cita-cita SDIT Ahmad Yani.

Malangpostonline.com - Air mata Mutini, S.Pd, mantan Kepala SDIT Ahmad Yani seakan tak berhenti saat ia memberikan sambutan terakhirnya sebagai kepala sekolah. Perasaan sedih dan bahagia bercampur jadi satu saat acara serah terima jabatan SDIT Ahmad Yani. Sedih bukan berarti ia tak rela melepas jabatannya sebagai kepala sekolah.

Tetapi dengan berakhirnya masa jabatannya, itu berarti Mutini tidak lagi intens bersama guru dan siswa-siswi yang dibanggakannya selama ini. Sementara perasaan bahagia diraskaan karena ia merasa telah menyelesaikan tugas dan amanah yang diembannya. Tidak ada yang ditinggalkan Mutini di sekolah Jalan Kahuripan Kota Malang tersebut.

Kecuali karya-karya hebat yang berhasil ditorehkan selama ia menjabat sebagai kepala sekolah sejak tahun 2014 silam.  Kini, karya tersebut menjadi tugas bagi penerusnya serta para guru untuk melanjutkan menjadi lebih baik. "Terima kasih atas kebersamaan kita, terutama para guru yang telah berjuang bersama selama ini," ucapnya saat sambutan.

Motivasi dan seruan kebaikan Mutini akan terus terdengung di telinga guru dan siswa. Kalimat motivasinya untuk guru yang tidak akan dilupakan adalah 'Aku aman bagimu, aku menyenangkan bagimu dan aku bermanfaat bagimu'. Sebuah kalimat motivasi untuk para guru dalam mendidik siswa.

Dilanjutkan dengan motto yang akan terus diserukan seluruh warga SDIT Ahmad Yani. Yakni ‘Prestasi akademik itu penting, tapi bukan yang terpenting. Yang terpenting, shaleh dan shalehah’. Mutini berharap SDIT Ahmad Yani terus maju dan berjaya hingga mencapai cita-cita menjadi sekolah dakwah.

"Semoga tujuan menjadi sekolah dakwah untuk mensyiarkan Islam dapat tercapai, minimal untuk keluarga dan dirinya sendiri," harapnya. Acara serah terima jabatan Kepala SDIT Ahmad Yani, dilakukan Jumat (3/1) lalu. Mutini menyerahkan tugas dan jabatannya kepada Nurdiah Rachmawati, M.Pd., kepala sekolah yang baru.

Acara tersebut dilaksanakan di aula sekolah dan dihadiri oleh Pengurus Yayasan Masjid Jenderal Ahmad Yani, Pengawas dari Dinas Pendidikan Kota Malang, Pengurus Komite dan para kepala sekolah se gugus.  SDIT Ahmad Yani memang sudah ditinggal oleh sosok inspiratif seperti Mutini. Tetapi sekolah ini mendapat pengganti yang tidak kalah hebat.

Nurdiah Rachmawati merupakan seorang praktisi dan pemerhati pendidikan. Ia merupakan tutor dan motivator di Kualita Pendidikan Indonesia.  Itu artinya, kemampuan Rachma, sapaan akrabnya, dalam mengelola dan memimpin lembaga pendidikan tidak diragukan lagi. Hasil karya dan dedikasinya dalam dunia pendidikan sudah berjejak di banyak sekolah.

Kepada Malang Post (induk malangpostonline.com), Rachma mengatakan sempat terkejut saat diminta Yayasan Masjid Jenderal Ahmad Yani untuk menjadi kepala sekolah. "Saya istikharah dulu sebelum menerima tawaran ini, hingga akhirnya bismillah saya menyatakan siap," ungkapnya. 

Ia menilai, selama kepemimpinan Mutini, SDIT Ahmad Yani telah menjelma sebagai sekolah hebat yang ada di kota Malang. Manajemen dan kualitas SDM guru sudah bagus dan tertata dengan baik. "Jadi saya hanya melanjutkan apa yang telah dicapai sekolah ini. Posisi saya mendampingi dan mengembangkan," katanya.

Dengan kemajuan pesat yang dicapai SDIT Ahmad Yani, Rachma merasa mendapat tugas besar. Minimal bisa mempertahankan prestasi yang sudah dicapai  "Semoga kedepannya saya bisa bersinergi dengan para guru, untuk mewujudkan mimpi-mimpi Bu Mutini dan yayasan," pungkasnya. (imm/mar)

Editor : mar
Uploader : slatem
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU