Penting, Masa Kerja Fungsional Pengawas Sekolah Sampai 65 Tahun

  • 07-01-2020 / 10:39 WIB
  • Kategori:Sekolah
Penting, Masa Kerja Fungsional Pengawas Sekolah Sampai 65 Tahun

Malangpostonline.com - Pentingnya tugas fungsional kepengawasan sekolah mendapatkan perhatian lebih serius dari pemerintah. Masa kerja guru yang menduduki jabatan fungsional pengawas sekolah bisa ditambah hingga pensiun di usia 65 tahun.

"Ya, tugas fungsional pengawas memang berat dan sangat penting. Keberadaannya dibutuhkan untuk membantu pemenuhan mutu layanan pendidikan. Tetapi, kini masa kerja pengawas bisa ditambah, dari 60 tahun menjadi 65 tahun," kata Kabid Tenaga Teknis Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Adianto, Selasa (7/1/2019).

Dikatakan, kebijakan penambahan batas usia pensiun jabatan fungsional hingga 65 tahun ini sudah lama. Menurutnya, kepangkatan seorang pengawas sekolah bisa sampai IVe dengan sebutan jabatan fungsional Ahli Utama.

Batas usia pensiun ASN ini tertuang dalam SK Badan Kepegawaian Nasional (BKN) bernomor K.26-30/V.119-2/99 yang diterbitkan 3 Oktober 2017 silam. Surat ini mengacu pada Pasal 239, Pasal 240, Pasal 354, dan Pasal 355 Peraturan Pemerintah Nomor: 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.

Menurut Surat Kepala BKN ini, ASN yang pada saat berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 lahir pada bulan April 1957 dan seterusnya, serta menduduki jabatan fungsional ahli utama, dimana batas usia pensiun sebelumnya ditetapkan 60 (enam puluh) tahun, maka batas usia pensiunnya menjadi 65 (enam puluh lima) tahun.

Adanya ketentuan tambahan batas usia pensiun untuk masa kerja fungsional ini, lanjut Adiono, diharapkan bisa meningkatkan kinerja tugas kepengawasan. Termasuk, menarik minat guru menjadi pengawas sekolah, karena memang masih terjadi ketimpangan jumlahnya.

"Jumlahnya terus berkurang beberapa tahun terakhir, karena memang banyak pensiun. Sementara, syaratnya juga cukup sulit untuk bisa menjadi seorang pengawas sekolah," ungkapnya.

Adianto menambahkan, Kabupaten Malang sendiri masih kekurangan setidaknya 77 pengawas sekolah. Sementara, pihaknya kini tengah menyelesaikan tahap akhir seleksi calon pengawas sekolah yang diikuti 54 orang guru.

Seperti halnya seleksi calon kepala sekolah, pengadaan calon pengawas harus melalui beberapa kali tahapan, dalam bentuk orientasi teknis, pendampingan dan praktik lapangan. Semua proses difasilitasi langsung pihak Lembaga Pemberdayaan Kepala dan Pengawas Sekolah (LP2KPS) Solo.

Beberapa hal terkait tugas dan kompetensi supervisi kepala sekolah harus dikuasai calon, sebelum benar-benar ditetapkan laik sebagai pengawas sekolah.

"Ya, diharapkan keberadaan para pengawas baru ini nantinya lebih bisa mendorong meningkatnya kinerja guru, dan terus terjadi peningkatan mutu pendidikan di sekolah-sekolah," demikian Adianto. (amn/malangpostoine.com)

Editor :
Uploader : rois
Penulis : amn
Fotografer : amn

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU