Persiapan OSN SD, Guru MIPA Dibekali Tips Anak Hebat Matematika

  • 29-01-2020 / 16:21 WIB
  • Kategori:Sekolah
Persiapan OSN SD, Guru MIPA Dibekali Tips Anak Hebat Matematika

Malangpostonline.com - Setidaknya 100 orang, terdiri dari pengawas serta guru Matematika dan IPA (MIPA) SD Kabupaten Malang, mengikuti workshop di Aula Panji Dinas Pendidikan, Rabu (29/1). Kegiatan ini untuk memantapkan guru MIPA menyongsong Olimpiade MIPA (OSN) Kabupaten yang akan digelar pertengahan Maret 2020 mendatang.

Agar target pembekalan maksimal, narasumber khusus dihadirkan memaparkan materinya. Yakni, mapel IPA oleh Dr Sulis Setijono MSi, dan Matematika yang disampaikan Saiful Hamzah Nasution SSi MPd. Keduanya adalah akademisi yang juga pakar OSN dari Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang (UM).

Dalam kegiatan ini, sejumlah tips sederhana banyak disampaikan Kepala Bidang Pendidikan SD, Slamet Suyono, untuk mencetak anak hebat di bidang Matematika. Dikatakan, untuk bisa hebat menguasai Matematika, siswa harus dirangsang hafal konsep aljabar ping, poro, lan sudo (pipolondo).

Menurut Slamet, agar siswa mudah menghafal pipolondo, maka guru harus menanamkan konsep yang mudah dipahami siswa sejak dini. Selain itu, lanjutnya, anak harus terbiasa dengan konsep dan soal bilangan pecahan serta bangun datar dan bangun ruang.

"Setiap hari anak harusnya mengenal satu konsep. Misalnya, hari ini perkalian 1 besok perkalian 2, lalu besoknya bangun datar, bangun ruang dan seterusnya," harap Slamet.

Selain itu, ia meminta guru juga kompak, mulai kelas 1 sampai 5, dalam penanaman konsep tersebut. Jika guru-guru kompak, diyakini dalam waktu lima tahun siswa akan menjadi anak hebat matematika.

Terpisah, narasumber yang juga dosen jurusan Matematika FMIPA UM, Saiful Hamzah Nasution MPd, banyak memberikan konsep pembelajaran Matematika agar mudah dipahami siswa. Menurutnya, guru juga harus mampu memahami karakter materi soal yang biasanya dikembangkan untuk olimpiade.

"Soal olimpiade itu materinya tidak seperti soal (ulangan atau ujian) biasanya. Jadi, beberapa hal khusus harus diperkuat, sehingga siswa benar-benar siap," katanya.

Ia lalu membeberkan, karakteristik soal olimpiade lebih sulit dan mencakup penguasaan HOTS (high order thingking skill). Soal OSN juga kerap dikonteks-kan dengan pengalaman kehidupan nyata, dan memiliki variasi yang lebih beragam.

"Kuncinya, pemahaman konsep harus diperkuat, terutama aljabar dan geometri. Kerap juga satu soal olimpiade, membutuhkan penguasaan lebih dari satu konsep. Ya, harus bagus konsepnya dan sering-sering latihan soal," demikian Saiful Hamzah. [amn/malangpostonline.com]

Editor : amn
Uploader : rois
Penulis : amn
Fotografer : amn

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU