Omah Bocah Annafi Ajak Warga Malang Dolanan Bareng Permainan Tradisional

  • 02-02-2020 / 18:50 WIB
  • Kategori:Sekolah
Omah Bocah Annafi Ajak Warga Malang Dolanan Bareng Permainan Tradisional RIANG: anak-anak riang bermain di zona bebas bermain tradisonal di Festival Permainan Tradisional, Minggu (2/2).

Malangpostonline.com - PAUD Terpadu Omah Bocah Annafi Mengajak warga kota Malang dolanan bareng dalam Festival Permainan Tradisional, Minggu (2/2) di Gedung Kebudayaan Mahasiswa Universitas Brawijaya (GKM UB). Di sinilah pengunjung bisa menikmati permainan tempoe doeloe seperti lompat tali, egrang batok, engklek, dakon, ular tangga, dan gobak sodor bersama Komunitas Permainan Tradisional Banana Provider.

Tak cukup dengan permainan, Festival ini turut menyuguhkan alunan musik angklung dari komunitas espiritu yang membawakan lagu anoman obong ketika prosesi launching buku. Lalu lagu tidang talun, jamuran, sluku-sluku batok, gampang suling dan masih banyak lainnya.

"Tema permainan tradisional sengaja kami angkat karena merawat budaya bangsa sangat penting guna menyiapkan generasi hebat di era 4.0," ujar Ketua Pelaksana Festival Permainan Tradisional, Rifia Mustika.

Dikatakannya bahwa saat ini anak-anak kurang familiar dengan lagu anak daerah warisan nenek moyang. Hal ini bisa jadi karena mindset yang mereka pahami adalah mengenal lagu zaman dulu berarti adalah kuno. Untuk itu, kegiatan yang dikemas menarik melalui music angklung ini mampu menarik minat anak mencintai budaya bangsa.

Kemeriahan acara terus berlanjut, selain beragam perlombaan tari tak kalah menariknya yakni lomba mewarna MAMAMIA untuk anak usia 3-6 tahun. Dengan didampingi orang tua mereka mewarna tas dengan gembira.

"Dalam lomba mewarna, kami ingin menyampaikan pesan bahwa dengan kegiatan ini mampu meningkatkan bonding antar orangtua dengan anak," terang Rifia.

Selain bermain, pengunjung festival diajak mengikuti talkshow buku berjudul Berpikir Ulang Tentang Permainan Tradisional. Buku tersebut berisi tentang bagaimana mendampingi anak di zaman serba instan.

Permainan saat ini  tidak mampu menumbuhkan kreatifitas dan justru membiasakan anak menjadi pribadi yang serba instan, tidak tahan proses. Buku tersebut juga mengulas tentang alasan kenapa harus permainan trasidional serta umpulan modifikasi permainan yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak.

"Buku ini bisa dijadikan panduan guru maupun orangtua untuk menemukan ide bermain bersama anak," tandasnya. (lin)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

 

Editor : lin
Uploader : slatem
Penulis : lin
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU