Gelar Pensi 2020 SDK Santo Yusup 3 Angkat Budaya Madura

  • 02-02-2020 / 19:57 WIB
  • Kategori:Sekolah, Advertorial
Gelar Pensi 2020 SDK Santo Yusup 3 Angkat Budaya Madura PEMBUKAAN: Ketua Yayasan Pendidikan Kolese Santo Yusup, Rm. Agustinus Lie, CDD., dan Kepala SDK Kolese Santo Yusup 3, Yosep Teguh Suharto, S.Pd., disambut siswa-siswi SDK Santo Yusup 3 dengan tarian tradisional madura.

Malangpostonline.com - Jembatan Suramadu yang menghubungkan pulau Jawa dan Madura, Hari Sabtu (1/2) lalu,  ‘dipindah’ ke SDK Kolese Santo Yusup 3. Jembatan tersebut disulap dengan ukuran yang jauh lebih kecil. Dari ukuran sebenarnya yang mencapai hingga 5.438 meter diperkecil menjadi hanya sepuluh meter.

Jembatan tersebut membentang di panggung ekspresi SDK Santo Yusup 3 dan membuat wajah panggung pentas seni terlihat lebih cantik dan ikonik. Jembatan megah kebanggaan Provinsi Jawa Timur ini menjadi simbol karya seni siswa-siswi SDK Santo Yusup 3, yang akhir pekan lalu tampil dalam acara Pentasi Seni 2020.

Dalam Pentas Seni kali ini, sekolah di Jalan Simpang Borobudur tersebut mengangkat tema seni budaya Madura. Sehingga tidak hanya jembatan Suramadu yang diboyong, tetapi juga pakaian adat, seni daerah dan 'sapi kerap'nya pun dibawa ke SDK Santo Yusup 3.

Sama dengan Jembatan Suramadunya, sapi kerapnya juga bukan sapi yang sebenarnya. Tapi yang terbuat dari kardus dan styrofoam, untuk melengkapi ikon budaya Madura. Termasuk juga hasil pertanian dan laut yang menjadi mata pencaharian masyarakat pulau tersebut. "Tahun ini kita mengambil tema budaya Madura, kalau tahun lalu seni budaya Banyuwangi," ujar Ketua Panitia Pentas Seni, Agnes Jayanti Triastuti, S.Pd., kepada Malangpostonline.

Dari awal dimulainya, aroma Budaya Madura sudah terasa dalam acara tersebut. Mulai dari musik dan lagu penggiring tanduk majang (lagu daerah madura) saat Romo Ketua Yayasan, Para Kepala Unit Kerja Pendidikan Santo Yusup dan Kepala SDK Santo Yusup 3 memasuki lokasi acara.

Rombongan tamu kehormatan ini juga disambut oleh tari tradisional Madura. Terlihat kepala sekolah dan guru-guru juga mengenakan pakaian adat Pulau Garam tersebut.

Agnes menerangkan, Pentas Seni tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya pentas seni menceritakan satu cerita yang dirangkai dalam satu drama kolosal, tahun ini tidak demikian. Masing-masing tingkat kelas punya tema tersendiri. "Tapi tetap ditampilkan dengan konsep kolosal, hanya topik materinya saja yang berbeda," kata dia.

Tema pensi untuk kelas 1 yaitu taat pada guru, kelas 2 disiplin waktu, kelas 3 taat pada orang tua, kelas 4 disiplin seragam dan barang pribadinya dan kelas 5 taat pada pemimpin. “Kami lebih menekankan pada nilai karakter taat dan disiplinnya dengan kegiatan yang menyenangkan agar mudah dimengerti anak-anak,” terang Agnes.

Acara pentas seni 2020 SDK Santo Yusup 3 dibukan secara resmi oleh Ketua Yayasan Pendidikan Kolese Santo Yusup, Rm. Agustinus Lie, CDD., yang turut mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai program strategis pendidikan. “Karena pendidikan yang sebenarnya tidak hanya masalah intelektual saja. Tetapi mewadahi  semua potensi yang dimiliki siswa,” katanya saat sambutan.

Menurutnya, Pentas Seni yang digelar SDK Santo Yusup 3 menjadi wujud dari upaya guru menghargai bakat dan kemamuan anak didiknya. “Di kegiatan ini kalian (siswa) diberikan kesempatan untuk menampilkan bakat yang kalian miliki, jadi maksimalkan dengan baik agar dapat berkembang,” ucapnya. 

Ia juga memberikan pengertian bahwa pentas seni yang mengangkat budaya daerah akan semakin memperkuat kecintaan siswa pada budaya nusantara. “Kita sadar akan budaya Indonesia yang begitu beragam. Maka moementum ini menjadi sarana untuk mendidik siswa untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan yang ada,” kata dia.

Pentas seni SDK Santo Yusup 3 juga dimeriahkan dengan pameran budaya dan bazar. Pameran budaya yang diangkat adalah budaya Madura. Sedangkan bazar dimeriahkan dengan stand-stand asesoris maupun kuliner. Termasuk kuliner khas Madura, sate, yang menggoda selera. (imm)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

 

Editor : imm
Uploader : slatem
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU