SDK Santo Yusup 3 Bangun Karakter Siswa Dengan Taat Dan Disiplin

  • 02-02-2020 / 20:00 WIB
  • Kategori:Sekolah
SDK Santo Yusup 3 Bangun Karakter Siswa Dengan Taat Dan Disiplin GEMBIRA: Ketua Yayasan Pendidikan Kolese Santo Yusup, Rm. Agustinus Lie, CDD., dan Kepala SDK Kolese Santo Yusup 3, Yosep Teguh Suharto, S.Pd., menari bersama siswa-siswi Santo Yusup 3

Malangpostonline.com - Pondasi dasar karakter adalah ketaatan dan kedisiplinan. Sebelum anak diajarkan untuk mandiri, tanggung jawab dan nilai karakter lainnya, mereka perlu diperkuat lebih dulu dengan nilai ketaatan dan kedisiplinan. Karena dari dua sikap inilah karakter anak dapat terbentuk dengan kuat.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala SDK Kolese Santo Yusup 3, Yosep Teguh Suharto, S.Pd., dalam acara Pentas Seni 2020, Sabtu (1/2) lalu. Sehingga dua nilai karakter tersebut menjadi sub tema dalam acara Pentas Seni SDK Santo Yusup 3 tahun ini. "Kami yakin ketika taat dan disiplin sudah tumbuh dalam diri anak, maka proses menjadikan anak berkarakter menjadi lebih mudah," katanya kepada Malangpostonline.com.

 Meskipun demikian, kata dia, proses tersebut tidaklah mudah. Menjadikan anak taat dan disiplin bukan urusan yang ringan. Butuh proses dan tahapan yang sistematis sehingga tujuan tersebut dapat tercapai. Termasuk cara-cara yang kreatif dan inovatif perlu dilakukan guru sebagai langkah yang efektif.

Dan Pentas Seni yang menjadi program rutin SDK Santo Yusup 3 dinilai menjadi salah satu cara yang kreatif untuk menanamkan nilai ketaatan dan kedisiplinan. Maka dari itu pensi dibuat semacam drama kolosal yang merangkai seni teater dan musik.

Drama tersebut mengandung cerita kehidupan sehari-hari yang mengajarkan siswa akan pentingnya ketaatan dan kedisiplinan. "Dengan harapan anak-anak menjadi lebih mudah memahami pentingnya taat dan disiplin. Cara ini kami anggap efektif dari pada hanya mengajarkan mereka dengan teori saja di kelas," ungkapnya.

Tema besar Pentas Seni SDK Santo Yusup 3 tahun ini, adalah 'Aku Pasti Bisa'. Tema tersebut merupakan kelanjutan tema pensi tahun lalu yang bertema Aku Bisa. Kali ini ditambah kata 'Pasti', sebagai penekanan dan penguatan untuk menanamkan optimisme pada peserta didik. "Karena kita merasa perlu memaksimalkan lagi pendidikan karakter melalui tema pensi tahun sebelumnya," ucap Teguh.

Ia melanjutkan, untuk hasil pendidikan karakter yang lebih maksimal guru telah membuat buku penghubung yang menjadi monitor sikap ketaatan dan kedisiplinan siswa di rumah. Buku tersebut diisi dengan sepengetahuan orang tua. Selanjutnya guru di sekolah menilai sejauh mana tanggung jawab siswa terhadap tugas mereka. "Kami ingin mengatakan pada anak-anak, bahwa mereka pasti bisa menjadi lebih baik, pasti bisa menjadi anak berkarakter yang taat dan disiplin," tegasnya.

Teguh juga berharap kerjasama yang baik dengan orang tua siswa demi berhasilnya program pendidikan karakter. Menurutnya peran serta orang tua sangat menentukan terhadap proses pendidikan anak.  “Kami bersyukur orang tua sangat mengapresiasi dengan adanya buku karakter tersebut. Diantara mereka bahkan ada yang mengatakan bahwa anaknya mengalami perubahan sikap yang lebih baik. Semoga kerjasama ini terus berlanjut dan semakin lebih baik untuk kesuksesan siswa-siswi kami di SDK Santo Yusup 3,” pungkasnya. (imm)

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

 

Editor : imm
Uploader : slatem
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU