Kreatif, Siswa SMPK Santa Maria 1 Sulap Sampah Jadi Briket

  • 11-02-2020 / 17:58 WIB
  • Kategori:Sekolah
Kreatif, Siswa SMPK Santa Maria 1 Sulap Sampah Jadi Briket KREATIF: Siswa SMPK Santa Maria 1 menunjukkan kemampuan mereka dalam membuat briket kepada juri GSF .

Malangpostonline.com – Segala sesuatu yang ada di alam mengandung manfaat bagi manusia. Meskipun itu hanya berupa sampah yang mungkin bagi sebagian besar masyarakat dipandang sebelah mata.  Berangkat dari keprihatinan terhadap banyaknya sampah di lingkungan sekolah, maka siswa SMPK Santa Maria 1 membuat sebuah produk inovasi.

Jika selama ini sampah-sampah tersebut diolah dan dimanfaatkan sebagai pupuk, kini siswa SMPK Santa Maria 1 mampu mengembangkannya menjadi briket. Alhasil, produk briket yang mereka hasilkan dapat menjadi bahan memasak untuk kebutuhan sehari-hari.  “Selama ini kita hanya melakukan daur ulang kertas atau sampah-sampah anorganik, lama-lama muncul ide membuat sesuatu yang berbeda, hasilnya berupa briket,” ungkap Drs. AMZ. Supardono selaku guru pendamping.

Briket dibuat dari bahan kertas bekas yang dibasakan dengan tekstur menyerupai bubur. Selanjutnya ‘bubur kertas’ tersebut dicampur dengan dedaunan yang telah ditumbuk. Untuk merekatkan siswa memakai lem panci, yang kemudian dicetak dan dikeringkan. “Jadi bahan yang ramah lingkungan itu tidak hanya dikilokan. Tapi kita ciptakan sesuatu yang berbeda dan punya nilai guna,” tambahnya.

 

Untuk menyalakan apinya pun siswa menggunakan biji bintaro sebagai pengganti minyak fosil. Biji bintaro yang jumlahnya melimpah di sekitar sekolah mereka jadikan bahan bakar sehingga tidak lagi bergantung pada minyak tanah dan sejenisnya.

Penggunaan biji bintaro sebagai bahan bakar juga dianggar sebuah terobosan. Karena ternyata siswa menemukan literatur yang menerangkan bahwa biji tumbuhan tersebut mengandung minyak. “Maka kita mencoba memanfaatkan potensi yang ada di dalam,” imbuhnya.

Dono menerangkan, ide membuat briket muncul berkat tekunnya siswa dalam berliterasi.

Bermula dari literasi itulah muncullah inspirasi yang kreatif untuk mengolah sampah menjadi briket.  “Anak-anak mencoba mencari referensi sendiri baik dari buku-buku di perpus maupun lieterasi digital,” ujarnya.

Ia pun salut tehadap ketekunan anak didiknya dalam mengeskplor kemampuan mereka membuat susuatu yang bermanfaat. Briket yang diciptakan tersebut rencananya akan dikembangkan sehingga manfaatnya juga bisa dirasakan oleh masyarakat. “Paling tidak sebagai informasi dan wawasan baru bagi masyarakat bahwa kita bisa menggunakan potensi alam. Dari pada sampah yang kita kumpulkan setiap hari hanya dibakar akan menciptakan polusi,” tambahnya.

Waka Kesiswaan SMPK Santa Maria 1 Simon Petrus , S. Ag, menganggap inovasi tersebut sebagai upaya sekolah dalam menerapkan 3B. Yakni berbenah, bertindak dan berbuah. Pembanahan harus terus dilakukan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dan berinovasi merupakan satu bentuk dari tindakan, sehingga siswa yang kreatif dengan hasil kreativitas mereka adalah bentuk dari buahnya.  “Hal ini sesuai dengan ajakan menteri pendidikan bagi kami sekolah Katolik untuk maju,” tandasnya. (imm)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : imm
Uploader : slatem
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU