Mengesankan, Akhlak Siswa SMA Nasional

  • 17-02-2020 / 17:18 WIB
  • Kategori:Sekolah
Mengesankan, Akhlak Siswa SMA Nasional RAMAH: Siswa SMA Nasional Tri Rahadani bersama temannya Tentrem Fitriana bertugas menyambut tamu yang berkunjung ke sekolah mereka dengan baik dan ramah.

Malangpostonline.com - Selasa (11/2) lalu, Malang Post berkunjung ke SMA Nasional. Saat memasuki area sekolah, salah seorang siswa bernama Tri Rahadani, menyambut dengan ramah. Demikian terhadap tamu-tamu lain yang kebetulan juga datang saat itu.  Satu persatu tamu disambutnya dengan baik dan santun.

Hal yang sama dilakukan oleh  Tentrem Fitriana, teman Rahadani yang saat itu juga mendapat bagian piket  di meja receptionis. "Selamat datang, mohon maaf ada yang bisa dibantu," ujar keduanya menyambut Malangpostonline.com

Rahadani pun mempersilahkan Malang Post untuk duduk di ruang Studio Prestasi sambil menunggu bagian humas sekolah yang akan ditemui. Tidak sampai disitu, Ia juga menyuguhkan makanan dan minuman. Setelah itu menuliskan buku tamu, dengan mengisi nama tamu dan apa keperluannya. "Silahkan tanda tangan disini ya Pak," ucapnya sambil menunjuk kolom paraf di buku tersebut.

Ada perasaan yang berbeda masuk ke sekolah ini. Setiap tamu dihormati dan diperlakukan dengan begitu ramah. Memang Malang Post baru kali pertama masuk ke sekolah di Jalan S. Supriadi Sukun ini. Dan merasakan pelayanan yang berbeda dari sekolah lain yang pada umumnya guru atau petugas piket yang menerima tamu.

Kepala SMA Nasional Drs. Rusdi, M. Si mengatakan, tugas menyambut tamu oleh siswa mulai diberlakukan dalam satu tahun terakhir. Tujuannya sebagai media praktik bagi siswa dalam menerapkan nilai-nilai akhlak yang diajarkan oleh guru.

Melalui pembiasaan sikap ramah dan santun tersebut akan menjadikan siswa sebagai pribadi yang berkarakter. "Kita ingin mendidik anak-anak mulai dari hal-hal kecil namun sangat berarti dalam kehidupan sosial mereka," katanya.

Penanaman akhlakul karimah memang perlu diawali dengan hal yang sederhana. Namun bermakna dan dilakukan dengan konsisten. Karena itu siswa SMA Nasional setiap harinya dibiasakan dengan budaya 5S. Yakni salam, sapa, senyum, sopan dan santun.

Dan agar aturan tersebut menjadi kebiasaan dan budaya di sekolah, SMA Nasional membuatnya menjadi standar operasional prosedur. "SOP itu sangat penting sehingga tujuan kita jelas dalam membuat aturan," ucapnya.

Rusdi mengungkapkan dengan adanya SOP SMA Nasional dapat meningkatkan pelayanan terbaiknya untuk masyarakat. Karena bagaimanapun lembaga pendidikan tidak bisa mengenyampingkan mutu layanannya dalam mendidik generasi bangsa. "Awalnya pembiasan dan budaya ini sebagai upaya kami dalam membentuk karakter siswa. Tidak sekedar SOP saja. Karena kita tidak mau sama dengan yang lain," kata dia.

Sebagaimana rumusan yang tertera dalam 5S, siswa tidak hanya menyapa saja. Mereka juga membiasakan diri dengan salim atau salaman. Dan benar saja, ketika Malang Post diajak meninjau aktivitas di beberapa kelas, tidak ada seorang siswa pun yang dijumpai melainkan dengan sapaan dan bersalaman. "Memang begitu yang kami ajarkan, kepada siapapun yang dijumpai harus memberi salam, disapa dan disalami," tuturnya.

Dalam proses pendidikan akhlakul karimah adalah yang utama. Mungkin mudah menjelaskan, tapi tidaklah mudah untuk mengimplementasikan. Karena sikap yang mulia menjadi cerminan kualitas diri seseorang. 

Apa yang 'dialami' Malang Post di SMA Nasional adalah salah satu indikasinya. Dan ini pun akan terjadi pada orang lain yang berkunjung ke sekolah ini. Siap-siaplah disapa dan disalami oleh siswa-siswi SMA Nasional yang ramah dan santun. Itulah kesan indah yang didapat Malang Post, dalam kunjungan pertama ini. (imm)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

 

Editor : imm
Uploader : slatem
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU