Desain Kurikulum Secara Digital, UMM dan UNIROW Bersinergi Hadapi Kebijakan Kampus Merdeka

  • 22-02-2020 / 18:27 WIB
  • Kategori:Sekolah
Desain Kurikulum Secara Digital, UMM dan UNIROW Bersinergi Hadapi Kebijakan Kampus Merdeka

Malangpostonline.com - Tantangan utama Perguruan Tinggi, khususnya program studi dalam menghadapi era baru “Kampus Merdeka” yang dicetuskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia ialah desain kurikulum pendidikan tinggi.

Saat ini dibutuhkan kurikulum yang tidak hanya adaptif dengan perkembangangan keilmuan dan zaman, tetapi juga adoptif terhadap kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Disamping itu, kurikulum juga menjadi syarat perlu terakreditasinya suatu program studi dalam instrumen terbaru IAPS 4.0.

Kurikulum akan menjadi pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran, dalam mencapai tujuan dari pendidikan tinggi. Kebijakan Kampus Merdeka menuntut setiap program studi untuk mendesain dan menyusun kurikulum beserta perangkat pembelajaran yang efektif, selalu up to date dan didukung oleh analisis yang kuat. Sehingga dengan model penyusunan yang konvensional hal tersebut tentunya tidak mudah untuk direalisasikan secara berkesinambungan.

Melihat kompleksitas permasalahan kurikulum tersebut, tim Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Internal (PPMI) bekerja sama dengan Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dengan Lective, Kamis (20/2) di Kampus UNIROW Tuban Jawa Timur.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh Dekan dan Ketua Program Studi di lingkungan UNIROW tersebut bertujuan untuk mentransformasikan proses penyusunan kurikulum yang selama ini dilakukan secara konvensial menjadi kurikulum dalam format digital.

Rektor UNIROW Prof. Dr. Supiana Dian Nurtjahyani, M.Kes., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. “Semoga melalui kegiatan ini, UNIROW bisa menyongsong tantangan kedepan dalam menerapkan Kampus Merdeka dimana mahasiswa diberikan kebebasan  untuk dapat mengambil 40 sks diluar prodinya dalam berbagai bentuk melalui desain kurikulum yang adaptif,” ungkap Rektor UNIROW dalam sambutannya.

Selama kegiatan pelatihan berlangsung, para pejabat struktural di lingkungan UNIROW dipandu menggunakan sistem Lective. Galih Wasis Wicaksono, M.Cs., sebagai perwakilan dari UMM sekaligus founder Lective menjelaskan bahwa Lective merupakan teknologi informasi berbasis web yang dirancang secara khusus untuk membantu program studi dalam merancang kurikulum.

“Sistem ini akan mengintegrasikan profil lulusan dan capaian pembelajaran lulusan yang merujuk pada analisis hasil tracer study, kajian literatur maupun rekomendasi asosiasi program studi sejenis. Selanjutnya melalui sistem Lective mata kuliah akan disusun berdasarkan bahan kajian yang merujuk pada profil dan capaian pembelajaran lulusan,” tegasnya.

Selama kegiatan berlangsung para peserta dilatih mulai dari menyusun hasil analisis tracer study, menyusun profil lulusan serta menetapkan capaian pembelajaran lulusan. Selanjutnya para peserta diminta untuk melakukan penelusuran dan pembobotan bahan kajian yang mendukung terpenuhinya capaian pembelajaran lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, keterampilan umum dan keterampilan khusus. Terakhir para peserta diminta untuk membentuk matakuliah berdasarkan bahan kajian yang telah dikelompokkan sebelumnya.

“Melalui sistem Lective dosen di prodi difasilitasi untuk berkolaborasi dalam perancangan kurikulum, melalui tahapan yang sistematis dan komprehensif serta menyediakan dokumentasi kurikulum dalam format digital. sehingga diharapkan di akhir kegiatan, program studi di UNIROW dapat menghasilkan kurikulum sesuai yang diharapkan dan terdokumentasi dengan baik di Lective” ungkap Galih disela-sela kegiatan. (*/bua/malangpostonline.com)

 

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : bua
Uploader : rois
Penulis : Buari
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU