UN Ditiadakan, 35 Ribu Siswa Kabupaten Malang Tunggu Kebijakan Teknis Kelulusan

  • 26-03-2020 / 06:05 WIB
  • Kategori:Sekolah
UN Ditiadakan, 35 Ribu Siswa Kabupaten Malang Tunggu Kebijakan Teknis Kelulusan TANPA UN: Ujian Nasional (UN) ditiadakan untuk siswa SMA dan SMK tahun ini akibat virus corona yang mewabah.

Malangpostonline.com - Dinas Pendidikan di Malang Raya langsung bergerak setelah pemerintah pusat meniadakan Ujian Nasional (UN). Di Kabupaten Malang, Kamis (26/3) hari ini langsung menggelar pertemuan di internal Dinas Pendidikan.

Di Kabupaten Malang langsung menggelar koordinasi internal di Dinas Pendidikan, Kamis (26/3) hari ini. “Langkah pertama koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan. Setelah itu dilanjutkan dengan seluruh kepala SMP di Kabupaten Malang,” jelas Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Koko Subagyo.

Pembahasan di internal Dinas Pendidikan hari ini di antaranya soal mekanisme sosialisasi kepala SMP. Selain itu membahas surat keputusan atau dasar hukum peniadaan UN untuk SMP.

Mekanisme sosialisasi dibahas lantaran saat ini sedang berlaku aturan yang melarang kegiatan bersifat melibatkan atau mengumpulkan banyak orang. Menurut dia, teknis sosialisasi aturan meniadakan UN penting.

Lalu bagaimana dengan kelulusan? Koko menyebutkan ada dua pilihan sesuai kebijakan  Mendikbud. Yaitu menggelar ujian berbasis daring dan kedua menggunakan nilai rapor  sebagai acuam kelulusan.

“Kalau yang pertama itu jelas tidak mungkin. Alasannya karena fasilitasnya tidak lengkap,” tambahnya.

Koko menyebutkan untuk ujian nasional berbasis daring harus ada aplikasi yang disiapkan. Sementara tidak semua sekolah di Kabupaten Malang siap ujian daring. “Bukan hanya jaringan internet yang disiapkan. Tapi juga aplikasi dan fasilitas lainnya. Seperti ini tidak bisa dilakukan secara mendadak atau dadakan. Bisa daring, tapi waktunya tidak bisa dalam waktu cepat ini,” tambahnya.

Karena itu menurut Koko, pilihan kedua lebih memungkinkan. Yaitu kelulusan siswa berdasarkan nilai rapor dan prestasi. Pola itulah yang akan dibahas lebih lanjut. “Makanya butuh koordinasi dengan kepala sekolah untuk membahas ini,” katanya.

Di Kabupaten Malang dikatakan Koko siswa yang  rencananya ikut UN sekitar 35 ribu siswa.  Yaitu 25 ribu siswa SMP dan 10 ribu siswa MTs. Sedangkan jumlah sekolah setingkat SMP di Kabupaten Malang sebanyak 325 sekolah.

Sementara itu Kepala Bidang SD, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Slamet Suryono. Dihubungi Malang Post dia mengatakan akan melakukan koordinasi dengan kepala SD di wilayah Kabupaten Malang. “Sesuai kebijakan pusat. Sebagai penggantinya adalah nilai rapor, katanya.

Tapi untuk teknisnya, tambah Slamet akan dibahas saat rapat.  “Sebetulnya untuk siswa SD sudah tidak ada UN. Sejak beberapa tahun lalu. Gantinya Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Tahun ini sebetulnya rencananya hanya Ujian Sekolah (US). Tapi ya itu, karena tahun ini UN ditiadakan, maka kami pun mengikuti,” tambahnya.

Menurut Slamet, sesuai rencana US SD digelar 11-14 Mei 2020 mendatang. Siswa yang rencananya mengikuti US sebanyak 30 ribuan orang.  “Prinsipnya kami mengikuti pusat, sembari menunggu intruksi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim,” tandas Slamet. (ira/van)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

 

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : MP
Fotografer : MP

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU