Belajar Mengajar dari Rumah, Guru SMAIS Malang Gunakan Aplikasi e-Learning

  • 30-03-2020 / 06:30 WIB
  • Kategori:Sekolah
Belajar Mengajar dari Rumah, Guru SMAIS Malang Gunakan Aplikasi e-Learning KOORDINASI: Guru SMA Islam Sabilillah Merumuskan Konsep Pembelajaran Dengan Sistem Online.

Malangpostonline.com - Selama melaksanakan pembelajaran dengan sistem daring SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School menggunakan aplikasi e-learning. Penggunaan aplikasi tersebut bukan tanpa alasan mengingat siswa SMA Islam Sabilillah (SMAIS) berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti, Papua, Kalimantan, Jambi, dan lain-lain.

Konsep yang diterapkan tidak jauh berbeda dari pembelajaran di sekolah. Meskipun guru work from home, bimbingan dan monitoring dilaksanakan seperti jam belajar biasanya. Termasuk materi pelajaran menyesuaikan sesuai jadwal yang ditetapkan. Meskipun belajar dan mengajar dari rumah, tidak ada perbedaan dengan aktivitas di sekolah.

Wakasek Bidang Kurikulum SMAIS Kartika Evi Susanti, S.S, mengatakan, pendampingan dimulai pukul 06.30 WIB setiap harinya. Siswa memulai aktivitasnya dengan salat duha dan mengaji hingga pukul 07.00 WIB. Setiap sore guru merekap laporan siswa dan kembali melaporkan hasilnya ke orang tua. "Sengaja kami mulai pagi agar anak-anak tetap istiqomah bangun pagi, tidak ada alasan karena belajar di rumah bangunnya jadi siang," ujarnya. 

Dijelaskannya, dari pukul 07.00 sampai pukul 12.00 pembelajaran sesuai jadwal. Proses pembelajaran dilaksanakan secara interaktif. Jika diperlukan guru membuat video pembelajaran terkait materi yang diajarkan atau melakukan video call untuk lebih memperjelas pada siswa.

"Ini bentuk pelayanan kami pada anak-anak, sebisa mungkin kami lakukan sesuai permintaan mereka," ungkap Tika, sapaan akrabnya.

Ia menuturkan, meskipun WFH tidak ada alasan untuk santai bagi guru dan siswa. Semua aktivitas di sekolah tetap dilaksanakan di rumah sesuai jadwal yang semestinya. "Meskipun mengajar dari rumah guru tidak bisa santai. Tugasnya sama saja seperti di sekolah hanya tempatnya saja yang di rumah," kata dia.

Penggunaan e-learning bukan sesuatu yang baru di SMAIS. Beberapa waktu lalu dengan waktu yang berkala tryout siswa sudah dilakukan dengan e-learning sebanyak sembilan kali. "Jadi dengan kondisi saperti saat ini kita tidak kaget lagi, tinggal penguatan sistemnya saja," imbuhnya.

Dengan sistem e learning tidak lantas mengenyampingkan pendidikan karakter. Melalui belajar online ini guru tetap melakukan penguatan karakter dengan melatih kejujuran, misalnya saat pelaksanaan ulangan harian.

Tika menjelaskan, dengan aplikasi tersebut siswa tidak bisa browsing atau chatting dengan temannya. Karena soal ulangan hanya bisa dikerjakan dalam durasi waktu yang singkat. "Dari situ kami membentuk karakter jujur pada anak saat kita tidak bisa mendampingi secara langsung," terangnya. (imm/aim)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

 

 

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : MP
Fotografer : MP

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU