US SMP/MTs, Siswa Kerjakan di Rumah, Sekolah Lengkapi Perangkat Pendukung

  • 04-04-2020 / 16:44 WIB
  • Kategori:Sekolah
US SMP/MTs, Siswa Kerjakan di Rumah, Sekolah Lengkapi Perangkat Pendukung ilustrasi. (MP/ist)

Malangpostonline.com - Kebijakan libur sekolah yang diperpanjang dan penghapusan ujian nasional (UN) bagi SMP/MTs diberlakukan. Pihak sekolah memilih tetap melaksanakan Ujian sekolah (US) dalam jaringan (daring), namun harus memastikan daya dukung dan kesiapan siswa.

Sejumlah SMP di Kabupaten Malang Jawa Timur, tampak masih gamang apakah akan menggelar Ujian Sekolah yang resmi dijadualkan selama 6-11 April 2020 pekan depan. 

Pihaknya SMPN 5 Kepanjen misalnya, menyatakan tetap melaksanakan Ujian Sekolah bagi sisww kelas 9. Untuk memastikan kesiapan, hari ini dilakukan simulasi US dengan mengirimkan aplikasi ujian dan soal yang harus dikerjakan siswa dari rumah.

"SMPN 5 melaksanakan ujian dalam jaringan (online), mas. Ini masih melakukan pendataan (memastikan kesiapan siswa), dan hasilnya (evaluasi) nanti akan dibahas bersama panitia," jelas Kepala SMPN 5 Kepanjen, Dianto, dikonfirmasi, Sabtu (4/4) siang.

Dalam simulasi yang dilakukan, SMPN 5 Kepanjen menentukan waktu pengerjaan soal US selama 2 jam, mulai pukul 7.30 sampai 9.30 WIB. Simulasi dalam platform google.doc, yang harus diisi setiap siswa kelas 9.

Kepastian tetap melaksanakan Ujian Sekolah juga diberlakukan di SMPN 4 dan SMPN 1 Kepanjen. Kepala SMPN 1 Kepanjen, Imam Jazuli menegaskan, sejumlah 334 siswa siap mengikuti US dalam jaringan pekan depan. Akan tetapi, lanjut Imam, sejumlah 4 siswa dimungkinkan tetap harus menjalani ujian di sekolah karena tidak memiliki perangkat gadget atau komputer di rumahnya.

Berbeda halnya di SMPN 2 Turen, yang masih harus tetap memastikan melaksanakan ujian sekolah online pekan depan. 

"Simulasi terbatas sudah dilakukan, dan memang ada beberapa siswa yang tidak siap daring. Senin lusa, harus dilakukan lagi simulasi khusus siswa kelas 9, sekaligus ujicoba perangkat. Semoga lancar," kata Kepala SMPN 2 Turen, Sunariyadi.

Beberapa pekan terakhir, lanjutnya, pihak harus memperkuat daya dukung untuk ujian daring ini. Yakni, menambah kapasitas bandwith server dan domain yang sebelumnya tidak mencukupi untuk pembelajaran daring.

Sebelumnya, pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Mendikbud RI Nomor 4/2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid 19). Dalam SE Mendikbud 4/2020 ini, setidaknya tercantum 6 (enam) hal kebijakan pendidikan yang diatur. Diantaranya, penghapusan UN, proses belajar dari rumah, ujian sekolah, dan pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang juga bisa mendukung dan memperkuat pembiayaan pembelajaran daring. 

Dalam SE Mendikbud ini ditegaskan, Ujian Sekolah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau
bentuk asesmen jarak jauh lainnya. [amn/malangpostonline.com]

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : amn
Uploader : slatem
Penulis : amn
Fotografer : MP

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU