Awas!! Juri Oriq Jaya Tidak Akan Bisa Dibeli Pemain

  • 06-04-2019 / 20:10 WIB
  • Kategori:Burungkunam
Awas!! Juri Oriq Jaya Tidak Akan Bisa Dibeli Pemain Taufan Sandi (kiri) ketua Oriq Jaya DPC Malang dan H. Engkus ketua divisi juri Oriq Jaya Indonesia .

Oriq Jaya mengadakan diklat bertujuan untuk membentuk karakter juri yang berkualitas. Disaat banyak juri-juri muda di Jawa Timur yang bertaburan, Oriq Jaya mengambil langkah cepat dengan membidik karakter juri yang lebih jujur dan berkualitas serta bisa memuaskan pemain. 

Oriq jaya dalam dunia perburungan memang sudah tidak asing lagi di telinga para pemain burung. Walaupun  baru berdiri 1,5 tahun di dalam penjurian, tapi juri-juri Oriq jaya tidak bisa dianggap remeh dalam pakem dan sistem penjuriannya saat berada di lapangan.

 

Berawal dari bisnis pakan burung, sangkar, dan segala kebutuhan burung, selama 6 tahun berdiri Oriq jaya mampu mengembangkan karirnya dengan membentuk penjurian sendiri yang dimotori oleh H. Kus yang berkecimpung di dunia perburungan selama 46 tahun . 

Hal itu ditunjukkan dengan keberhasilan karirnya di 70 provinsi yang saat ini sudah menyebar Gelaran- gelaran atas nama Oriq Jaya, diantaranya NTB, Jambi, Batam, Pontianak, Makasar Palopo, Tanah Toraja, dan masih banyak lagi.

Juri-juri Oriq jaya memang dari awal sudah digembleng tentang akhlak moral, kejujuran, dan yang terutama "TIDAK BISA DI BELI"  oleh siapapun terutama pemain burung, terang H. Engkus kepala divisi juri Oriq Jaya Indonesia kepada malangpostonline.com.

Diklat Oriq jaya yang ke-30 untuk juri dimulai pukul 09.00 WIB, juga diikuti oleh pecinta burung yang ingin memiliki tambahan ilmu di bidang penilaian kerja burung, sehingga para juri ini bisa diakui oleh pemain untuk menilai burung-burung di lapangan.

Butuh kejelian saat melihat gaco pemain serta memiliki sertifikat resmi penjurian.

Juri juri lulusan dari Oriq jaya sudah tidak bisa dipungkiri lagi, karir yang semakin bersinar di gantangan, lulusan dari Oriq jaya mampu menjadi pengadil di lapangan. 

Setelah mendapatkan Diklat biasanya tim juri baru dilepas di gelaran latber (latihan bersama), dilanjut di tingkatan lebih tinggi yaitu Latpres (latihan prestasi), baru didaulat untuk menantang event di tingkat CUP.

Karir yang semakin tinggi membuat para juri semakin bisa di lirik untuk memimpin di setiap gantangan gantangan yang saat ini sudah menyebar di Nusantara. 

Penjalasan saat ada protes dari pemain, saat berlaga di lapangan harus bisa diredam oleh seorang juri, tidak hanya menilai burung berkualitas tapi harus bisa mengondisikan suasana saat berada di lapangan.(fan/tem)

Editor : tem
Uploader : slatem
Penulis : Irfan
Fotografer : Irfan

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU