Rinjani in Love

  • 26-10-2019 / 01:10 WIB
  • Kategori:Cerpen
Rinjani in Love

Oleh: Muhammad Nauval Amrizal (Kacuk Malang)

 

Ada sekumpulan sahabat yang telah terjalin sejak masa SMA.

Total ada 5 anak yang masing-masing bernama Genta, seorang anak yang berjiwa pemimpin, ia memiliki pendirian yang kuat, dan setia. Rani, wanita cantik, sangat perhatian terhadap kawan-kawannya. Bintang, anak yang sedikit sensitif dan juga sedikit berbicara. Ian, si anak gendut, paling doyan makan. Dan yang terakhir Dinda, tak kalah cantik dengan Rani tetapi Dinda lebih pandai dalam hal pelajaran matematika dan juga senang bercanda.

Semuanya telah terjalin erat persahabatan dari SMA sampai sekarang. Mereka menjalani masa-masa sekolah secara bersama, susah senang telah mereka rasakan. Sampai tiba waktu kelulusan, mereka semua bersedih hati karena harus berpisah dengan para kawan seperjuangan.

Mau tidak mau semuanya telah menjalani hidup baru dan pergaulan baru. Genta dan Rani sama – sama diterima di Universitas Gajah Mada. Bintang diterima bekerja di sebuah minimarket. Ian sudah sukses di bisnis restorannya. Dan Dinda telah mendapat beasiswa ke Australia karena nilainya yang terbang tinggi layaknya roket.

Semuanya telah fokus pada kesibukan masing-masing hingga hubungan persahabatan mereka semakin merenggang. Genta yang merasa bimbang sejenak berbincang-bincang dengan Rani. Dan Rani pun mengusulkan idenya.

“Kayaknya kalau kita ke Rinjani bareng-bareng seru juga nih. Bareng sama ulang tahunnya Bintang, kita rayain aja di puncak nanti,” ucap Rani sedikit malu.

“Iya tuh, tapi gaenak kalo ngomongnya cuma via telepon sama chat. Bentar-bentar kita ngumpul dulu aja,” jawab Genta.

Tak pikir panjang Genta pun menghubungi para sahabatnya untuk meluangkan waktu sejenak untuk berkumpul. Dan alhasil mereka semua pun berkumpul di sebuah cafe.

Cafe Indie dipilih untuk tempat berkumpul, karena tempatnya yang asik, cocok buat kumpul-kumpul, dan memang ngetrend di kalangan anak muda saat itu.

Mereka berbincang, bercanda tawa, berkeluh kesah tentang kesehariannya masing-masing. Memang mereka sudah jarang berkomunikasi sehingga momen berkumpul ini benar-benar dimanfaatkan untuk melepas rindu oleh mereka semua.

Sesuai rencana pada saat ngobrol sama Rani, Genta menanyakan kepada kawan-kawannya. Ada yang sangat antusias mendengar ucapan Genta tapi ada juga yang sedikit cemas karena khawatir dirinya yang sangat minim pengalaman mendaki gunung.

Tetapi Genta tetap berusaha meyakinkan kawan-kawannya bahwa dengan bersama pasti bisa. Keputusan final sudah diambil mereka sepakat untuk berangkat ke Gunung Rinjani pada tanggal 18 Januari 2007.

Segala persiapan sudah dipersiapkan secara matang, mereka pun janjian untuk bertemu di pulau Lombok langsung, dan baru pergi ke kawasan Gunung Rinjani nya secara bersama.

Semuanya telah sampai di pulau Lombok, tempat berpijaknya Gunung Rinjani. Dengan menaiki mobil sewa, mereka berangkat bersama ke kawasan pendakian Gunung Rinjani. Semuanya bahagia, kecuali satu anak yang tampak kelihatan cemburu akan kedekatan Rani dan Genta, tak lain dan tak bukan anak tersebut ialah Bintang. Tetapi Bintang berusaha memendam perasaan itu sendiri dan berusaha tetap tampak bahagia dihadapan para kawan-kawannya.

Tak terasa tibalah mereka di kawasan pendakian, persiapan kelengkapan identitas untuk dapat memasuki kawasan pendakian Gunung Rinjani. Masing-masing menyiapkan diri, berdoa tak lupa dipanjatkan kepada yang menciptakan, dan pendakian pun dimulai.

Mereka semua fokus terhadap tiap langkah masing-masing, tetapi di tengah-tengah keseriusan pendakian selalu saja Ian dan Dinda bisa mencairkan suasana dengan candaan-candaannya.

Cahaya sang surya mulai tenggelam perlahan, Genta sebagai orang yang berpengalaman memutuskan untuk beristirahat dan membangun tenda untuk melepas penat.

Kayu bakar dicari, memasak pun dimulai. Istirahat sholat makan sudah selesai, waktunya untuk tidur dan siap untuk menyambut hari esok.

Pagi telah tiba, sinar mentari mulai menyapa, suhu dingin menyelimuti, burung-burung mulai bernyanyi, begitulah keadaan Gunung Rinjani di pagi hari. Tubuh sudah pulih kembali mereka pun melanjutkan perjalanan setelah sarapan.

Perbincangan mulai kembali minim diucapkan karena fokus sudah berpaling ke langkah kaki selama perjalanan. Di tengah perjalanan penat dan lelah mulai mendatangi kembali dan di putuskan kembali untuk beristirahat sembari malaksanakan kewajiban ibadah karena matahari sudah tepat berdiri di atas tubuh.

Setelah kewajiban dilaksanakan, lanjut makan, minum, tidur-tiduran dan bercanda gurau, tak luput menghiasi istirahat. Tetapi pada saat itu juga Genta dan Rani asyik duduk berduaan 5 meter lebih jauh dari yang lain.

Bintang yang melihat itu langsung kehabisan kesabaran karena dibakar cemburu. Menurutnya Rani hanya memberi perhatian terhadap Ian, Dinda dan lebih-lebih ke Genta, tetapi jarang memberi perhatian terhadap Bintang.

Bintang dengan perasaan marah pun berpamitan kepada yang lain untuk melanjutkan perjalanan terlebih dahulu karena muak dengan kelakuan Rani dan Genta. Meski yang lain mencoba melarang tetapi Bintang tetap memaksa untuk melanjutkan perjalanan sendirian.

Selang 20 menitan Genta dkk pun melanjutkan perjalanan dan berusaha menyusul keberadaan Bintang di depan. Semuanya berusaha berjalan lebih cepat karena takut akan terjadi apa-apa dengan Bintang. Dan benar saja, Rani melihat tas Bintang berserakan dijalur pendakian. Spontan semuanya kaget dan bingung mencari keberadaan Bintang.

Mereka berpencar menyusuri hutan, dan bersyukur karena Genta telah menemukan Bintang terbaring lemas dengan bekas gigitan binatang buas. Semuanya berusaha menyadarkan kembali Bintang, dan beruntung Bintang masih bisa sadar.

Bintang yang telah tersadar langsung merasa bersalah terhadap apa yang telah ia lakukan. Tetapi semua telah memaklumi karena mungkin tadi Bintang sedang lelah dan mudah naim pitam.

Setelah Bintang sudah mulai enakan, akhirnya perjalanan pun kembali dilanjutkan. Dan tibalah mereka dipuncak Gunung Rinjani, keindahan alam Rinjani yang menyejukan hati menambah rasa kebersamaan di dalam persahabatan.

Rani dari belakang Bintang membuat kejutan kecil dengan  ulang tahun Bintang. Semuanya bahagia, Bintang pun terharu akan kesetiaan para kawan-kawannya. Mereka yang awalnya sedikit cemas, bimbang, kini menjadi bahagia kembali.

TAMAT.

Editor : bua
Uploader : irawan
Penulis : ist
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU