Rajin Minum Teh Turunkan Risiko Mati Lebih Cepat

  • 17-01-2020 / 13:06 WIB
  • Kategori:lifestyle
Rajin Minum Teh Turunkan Risiko Mati Lebih Cepat

Malangpostonline.com-- Selama ini minum teh dikaitkan dengan relaksasi dan menenangkan diri. Namun dalam kenyataannya, teh memiliki beragam manfaat untuk kesehatan dan kecantikan.

Dalam sebuah penelitian terbaru dari China, rajin minum teh ternyata bisa membuat Anda lebih panjang umur. Tak cuma berusia lebih lama, tapi juga sehat.

Penelitian ini dilakukan terhadap 100.902 orang yang tak memiliki riwayat serangan jantung, stroke, atau kanker menemukan bahwa peminum teh hidup setahun lebih lama dibanding dengan mereka yang tak pernah atau jarang minum teh. Selain itu, mereka juga berisiko lebih kebal terhadap penyakit tertentu.

"Rajin minum teh dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah dan semua penyebab kematian. Efek kesehatan yang menguntungkan adalah yang paling kuat untuk teh hijau dan untuk peminum teh jangka panjang," kata Wang Xinyan, dokter dari Akademi Ilmu Kedokteran China di Beijing yang juga menjadi pemimpin penelitian.

Studi yang dilakukan selama tujuh tahun ini dimuat dalam European Journal of Preventive Cardiology.

Peserta dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama rajin minum teh (antara 3 atau lebih seminggu) dan tak pernah atau tak biasa minum kopi (kurang dari tiga kali seminggu). Mereka yang minum teh secara teratur memiliki risiko 20 persen lebih rendah terserang penyakit jantung dan stroke, 22 persen lebih rendah terkena penyakit jantung dan stroke fatal, dan 15 persen risiko kematian menurun.

Analisis tersebut juga memperkirakan bahwa peminum teh punya masa hidup 1,26 tahun lebih lama dibanding orang yang minum kurang dari tiga kali seminggu.

Studi lain menunjukkan bahwa senyawa bioaktif utama teh yaitu polifenol tidak bisa disimpan dalam tubuh dalam waktu lama.

"Jadi sering minum teh dan sering diperlukan untuk efek kardioprotektif," kata penulis senior Gu Dongfeng.

Namun di antara semua jenis teh, mengutip South China Morning Post, teh yang paling disarankan adalah teh hijau. Teh hijau dikaitkan dengan risiko penurunan sekitar 25 persen lebih rendah untuk penyakit jantung dan stroke dan semua penyebab kematian. Sedangkan untuk teh hitam tak ada hubungan signifikan yang terlihat.

Teh hijau adalah sumber yang kaya polifenol yang melindungi terhadap penyakit jantung dan faktor risikonya, termasuk tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi. Namun teh hitam sepenuhnya difermentasi, dan selama proses ini, polifenol dioksidasi menjadi pigmen dan mungkin kehilangan efek antioksidannya.

 (chs/cnn/bua)

Editor : bua
Uploader : MG
Penulis : CNN
Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU