Wanita Indonesia Tak Lagi Mau Punya Kulit Putih

  • 19-01-2020 / 18:09 WIB
  • Kategori:lifestyle
Wanita Indonesia Tak Lagi Mau Punya Kulit Putih

Malangpostonline.com - Bombardir produk perawatan kulit seakan tak ada habisnya. Jika masih ingat, dulu memiliki kulit putih dan cantik adalah impian. Hal ini pun diikuti dengan kemunculan produk-produk perawatan kulit yang mengusung bahan aktif pemutih.

Kemudian seiring berjalannya waktu, tren punya kulit putih perlahan digeser dengan tren kulit bening atau bercahaya alias glowing. Tren ini didukung pula oleh penetrasi produk perawatan kulit dari negeri ginseng, Korea.

Selain itu, adanya tren no make up, make up juga membuat banyak orang makin ingin menonjolkan kulit cerah bersinar dan 'mulus.'

Bagaimana dengan Indonesia? Riedha Melinda, Wardah Product Innovation Division konsumen terutama perempuan Indonesia kini tak lagi ingin punya kulit putih bak mereka yang berdarah Kaukasia.

"Orang itu ingin kulitnya cerah, tapi cerah seperti apa? Bukan cerah yang putih saja tetapi sehat, glowing," ujar Riedha di sela gelaran Wardah di Hotel Grand Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (16/1).

Di sisi lain, hal tersebut juga memang tak memungkinkan. Menurut Indah Widyasari, dokter spesialis kulit dan kelamin tingkat kecerahan kulit sangat bergantung pada kadar tingkat melanin. Melanin merupakan pigmen yang memberikan warna alami pada bola mata, rambut dan kulit manusia. Tak hanya itu, melanin juga merupakan pelindung kulit dari kerusakan akibat sinar matahari.

Indah juga menjelaskan tipe kulit manusia bisa dibagi menjadi enam atau disebut dengan Fitzpatrick skin type. Orang Indonesia rata-rata berada di tingkat 3 hingga 5. Sedangkan 6 biasanya untuk ras yang memiliki kulit gelap.

"Kulit kita bisa secerah apa? Kita bisa lihat dari area lengan bagian dalam. Bagian ini tidak pernah terkena sinar matahari, jadi kecerahan kulit kita ya sebatas itu," jelas Indah.

Ditambahkannya, istilah 'putih' mungkin terdengar rancu. Putih dalam hal ini berarti perubahan tipe warna kulit. Produk yang mengusung fungsi memutihkan bisa berarti merusak sel penghasil pigmen kulit secara total. Namun kini produk-produk seperti ini sudah dilarang oleh BPOM.

Produk pemutih contohnya yang mengandung merkuri, hidroquinon sudah dilarang beredar bebas.

"Kalau sekarang istilahnya lightening, brightening, ini menggunakan bahan-bahan yang tidak berbahaya misalnya vitamin C. Ini untuk menyehatkan, menghilangkan kusam, memperbaiki tone warna yang tidak rata atau memperbaiki distribusi pigmen," imbuhnya.

Namun yang perlu diingat, 'kadar' kecerahan kulit tiap orang pasti berbeda-beda dan tak bisa disamakan. (els/chs/cnn/bua)

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : CNN
Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU