Pola Makan Buruk Tekan Jumlah Sperma

  • 23-02-2020 / 07:40 WIB
  • Kategori:lifestyle
Pola Makan Buruk Tekan Jumlah Sperma Pola makan buruk menyebabkan produksi sperma turun. (Thinkstock/Sashkinw).

Malangpostonline.com - Para ahli kini mengkhawatirkan risiko kelangkaan sperma di seluruh dunia. Sebab, pola makan yang buruk membuat jumlah sperma terus menurun.

Studi terbaru yang dipublikasikan jurnal JAMA Urology meneliti hubungan diet atau pola makan dengan fungsi testis pria.

"Ini merupakan studi terbesar di dunia yang menguji diet dengan fungsi testis," kata peneliti dari Harvard TH Chan School of Public Health, Feiby Nassan dikutip dari CNN.

Peneliti menganalisis 2.935 laki-laki usia rata-rata 19 tahun dengan berat badan normal. Peneliti mengambil sampel sperma dan dibandingkan dengan pola makan sehari-hari.

Hasilnya, penelitian ini mendapati pria yang sering makan-makanan tidak sehat atau dikenal dengan diet Barat (Western) memiliki jumlah sperma yang menurun. Diet Barat merupakan pola makan yang kerap mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak seperti pizza, camilan, makanan dan minuman berpemanis, daging merah, dan makanan olahan.

Pria dengan pola makan buruk ini menghasilkan sekitar 68 juta sperma lebih sedikit dibandingkan pria yang mengonsumsi makanan seimbang dan lebih sehat. Seorang pria dianggap memiliki jumlah sperma yang rendah jika menghasilkan kurang dari 39 juta sperma per ejakulasi atau kurang dari 15 juta sperma per mililiter.

Sedangkan pria yang banyak makan ikan, ayam, buah, sayuran, dan minum air memiliki jumlah sperma yang paling tinggi atau 68 juta lebih banyak dibandingkan pola makan buruk. Jumlah sperma itu diikuti oleh kelompok semi vegetarian dan vegetarian yang memiliki sperma 33 juta lebih tinggi dibandingkan kelompok pola makan buruk.

Makanan laut, unggas, kacang-kacangan, biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran memiliki antioksidan dan asam lemak omega-3 yang baik untuk produksi sperma.

Studi yang dipublikasikan di Harvard Academic juga menemukan jumlah sperma di Amerika Utara, Eropa, Australia, dan Selandia Baru menurun signifikan hingga 60 persen dalam 38 tahun dari 1973 hingga 2011.

Dalam waktu yang sama kadar testosteron, hormon untuk membangun massa otot dan meningkatkan gairah seks juga ikut berkurang.

Jumlah sperma yang rendah berdampak buruk pada kemampuan pria untuk menghasilkan keturunan dan kunci kesehatan secara keseluruhan.

"Kesuburan bukan hanya penting untuk menghamili pasangan, tapi juga terkait dengan kesehatan umum dan harapan hidup seorang pria," kata Nassan.(ptj/sfr/cnn/bua)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

 

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : CNN
Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU