Makna Rabu Abu, Permulaan Masa Tobat Umat Katolik

  • 26-02-2020 / 13:48 WIB
  • Kategori:lifestyle
Makna Rabu Abu, Permulaan Masa Tobat Umat Katolik

Malangpostonline.com-- Hari ini, Rabu (26/2), umat Katolik di seluruh dunia merayakan Rabu Abu. Rabu Abu jadi tanda umat Katolik memasuki masa pra-Paskah, masa tobat.

Masa ini dilambangkan dengan goresan abu pada dahi umat Katolik. Mengutip situs resmi Komisi Kateketik Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), abu jadi tanda kerapuhan manusia yang mudah jatuh dalam kelemahan dosa sekaligus tanda pertobatan.

Merujuk pada kitab suci, abu juga jadi tanda pertobatan di Kota Niniwe. Laman Katolisitas mencatat, pada Kitab Kejadian (Kej.2:7), umat Katolik diingatkan bahwa manusia diciptakan dari debu tanah dan suatu ketika akan tiada lalu kembali menjadi debu.

Abu yang digunakan sendiri terbuat dari hasil pembakaran daun palma yang sudah diberkati pada perayaan Minggu Palma tahun sebelumnya. Dikisahkan, Yesus disambut bak raja di Kota Yerusalem. Orang-orang bersorak dan bernyanyi sembari melambaikan daun palma. Dalam tradisi umat Katolik, daun palma mengandung makna kemenangan.

Saat perayaan Rabu Abu, sembari menorehkan abu di dahi, Pastor atau Romo akan berucap 'Bertobat lah dan percayalah pada Injil' atau 'Kamu adalah debu dan akan kembali menjadi debu'.

Abu yang dioleskan di dahi bukan dilakukan tanpa makna. Mengutip berbagai sumber, abu di dahi membantu umat untuk mengenali kembali area spiritual. Dahi dan kepala adalah tempat pikiran dan akal budi bekerja.

Terhitung sejak Rabu Abu, umat Katolik akan melangsungkan masa pertobatan selama 40 hari tanpa menghitung hari Minggu. Masa ini akan genap pada Sabtu sebelum perayaan Minggu Palma.

Angka 40 mengingatkan umat Katolik akan perjalanan bangsa Israel di padang gurun selama 40 tahun dan puasa Yesus selama 40 hari.

(els/asr/cnn/bua)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

 

Editor : bua
Uploader : MG
Penulis : CNN
Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU