5 Mitos Retinol yang Tak Perlu Dipercaya

  • 03-03-2020 / 14:33 WIB
  • Kategori:lifestyle
5 Mitos Retinol yang Tak Perlu Dipercaya

Malangpostonline.com-- Saat ini, retinol menjadi salah satu kandungan skincare yang tengah naik daun. Di tengah popularitasnya yang terus meningkat, banyak pula informasi-informasi keliru soal senyawa kimia satu ini.

Retinol merupakan molekul vitamin A yang menawarkan banyak manfaat. Beragam manfaat yang bisa didapat dari retinol di antaranya mengobati jerawat, mengurangi tanda penuaan, dan memperbaiki kerusakan akibat paparan sinar matahari.

"Molekul menembus ke dalam sel dan merangsang pergantian sel. Pada gilirannya, pergantian membuat sel-sel dapat kembali berfungsi secara optimal dan memperbaiki kerusakan kulit yang disebabkan oleh paparan sinar matahari dan lingkungan," jelas ahli dermatologi, Nancy Samolitis.

Berikut beberapa mitos mengenai retinol yang sebaiknya tidak Anda percaya, mengutip Forbes.

1. Jangan gunakan retinol di sekitar mata

Retinol disebut aman digunakan di sekitar area mata, selama Anda melakukannya dengan berhati-hati.

"Area mata akan memperoleh manfaat dari sifat-sifat retinol yang meningkatkan kolagen," ujar Samolitis.

Untuk hasil optimal, gunakan produk retinol sebanyak 2-3 kali dalam setiap pekan. Tingkatkan frekuensi secara bertahap untuk membiarkan kulit lebih toleran dengan sendirinya.

Samolitis juga menyarankan Anda untuk menggunakan krim mata setelah mengaplikasikan produk retinol. "Jangan menggunakan terlalu banyak produk secara sekaligus," jelas Samolitis.

2. Jangan menggunakan retinol di siang hari

Banyak orang berpikir bahwa menggunakan retinol di siang hari tak aman untuk kulit. Konon, kulit akan terbakar jika digunakan di siang hari, apalagi jika terkena paparan sinar matahari. Namun, faktanya tidak demikian.

Retinol memang diketahui sensitif terhadap sinar matahari. Retinol akan menjadi kurang efektif saat terpapar sinar matahari. Namun, Anda tenang saja, retinol tak akan meningkatkan risiko kulit yang terbakar.

Faktanya, saat Anda baru menggunakan retinol pada tahap awal, kulit akan lebih sensitif karena proses adaptasi. Ahli dermatologi, Kellie Reed mengatakan, kondisi ini akan membuat kulit cenderung terbakar.

"Jangan lupa menggunakan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan," ujar Reed.

3. Tak boleh menggunakan retinol dan produk eksfoliasi kulit bersamaan dalam satu waktu

Kulit umumnya akan mengembangkan toleransi terhadap retinol dari waktu ke waktu. Pada tahap awal, beberapa efek samping akan muncul seperti kemerahan serta kulit yang lebih sensitif dan kering. Namun, saat kulit semakin toleran, efek samping akan menghilang dengan sendirinya.

Produk eksfoliasi diketahui dapat menimbulkan efek samping yang sama. Hal ini membuat kedua produk ini--retinol dan eksfoliasi kulit--tak tepat jika digunakan bersamaan pada tahap awal. Keduanya baru bisa digunakan bersamaan saat kulit telah lebih toleran pada retinol.

"Saya sarankan untuk menggunakannya secara terpisah. Eksfoliator di pagi hari dan retinol di malam hari," kata Samolitis.

4. Retinol membuat kulit lebih tipis

Banyak orang percaya bahwa retinol dapat menipiskan kulit. Namun, retinol hanya menipiskan lapisan kulit paling atas yang terbuat dari sel kulit mati.

Selain itu, retinol juga terbukti secara ilmiah dapat membangun dan mengentalkan lapisan kolagen yang membuat kulit lebih kuat dan sehat.

5. Retinol menyebabkan pengelupasan

Saat kulit menimbun kerusakan dari waktu ke waktu, lapisannya menjadi lebih tebal. Kondisi ini dapat berkontribusi pada timbulnya keriput pada kulit.

Samolitis mengatakan, retinol pasti menyebabkan pengelupasan. Namun, pengelupasan itu lah yang justru diperlukan untuk membuat kulit terlihat bercahaya.

Jika pengelupasan berlanjut selama hitungan pekan dan bulan, pengecekan pada dokter kulit harus dilakukan.

(asr/asr/cnn/bua)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

 

Editor : bua
Uploader : MG
Penulis : CNN
Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU