Herlina... Santriwati yang Menuntut Balas Usai Meninggal Dunia

  • 22-11-2019 / 00:48 WIB
  • Kategori:Misteri
Herlina... Santriwati yang Menuntut Balas Usai Meninggal Dunia

Malangpostonline.com - Tersebutlah Santriwati yang bernama Herlina, dia adalah salah satu santriwati dipesantren "X" di kota Lamongan, dia anaknya cantik dan ramah. Herlina merasa tak pernah dihiraukan di pesantren itu. 

Suatu saat, demi mendapatkan perhatian, dia mencuri batu cincin akik dari seorang Kyai yang mengajar di pesantren itu, tapi pas sedang nyuri dia ketahuan sama santri lain  yang kemudian melaporkan ke pihak pengurus pesantren. 

Pihak pengurus pesantren kemudian berniat menghukum Herlina dan melaporkan ke pak Kyai yang mempunyai batu akik/cincin akik tersebut.

Karena ketakutan dan malu telah dilaporkan dan akan dihukum, dia langsung kabur dari pesantren itu, ketika dia kabur di jalan dia tertabrak sama mobil dan dia meninggal seketika di tempat kejadian. Pihak dari pondok pesantren tidak mengetahui kalau Herlina meninggal di jalan saat kabur dari pasentren. 

Orang tua Herlina yang mengetahui bahwa anaknya meninggal sontak kaget dan juga tidak rela anaknya meninggal dengan kondisi mengenaskan, apa lagi setelah tahu kalau anaknya meninggal karena kabur dari pesantren sebab akan dihukum karena dituduh mencuri. 

Orang tua Herlina kemudian nekad pergi ke dukun ilmu hitam yang konon bisa menghidupkan arwah yang sudah meninggal. Karena diliputi rasa kecewa dan marah terhadap pihak pesantren, orang tua Herlina meminta dukun tersebut untuk menghidupkan kembali arwah Herlina yang telah
meninggal untuk membalas dendam.

Akhirnya Jasad Herlina hidup kembali diisi dengan arwah hantu penasaran, dan sang dukun meminta satu syarat yaitu setiap malam jumat kliwon Herlina harus minum darah, Herlina menjadi semacam hantu pengisap darah, kalau tidak dia akan meninggal lagi. Herlina pun akhirnya hidup kembali  dan dia kembali ke pesantren tempat dia mondok, dengan tujuan menuntut balas ke pihak pesantren.

Karena pihak pesantren tidak mengetahui kalau Herlina sudah tewas menerima dia lagi dengan catatan meminta maaf dan mau dihukum. Waktu di bilik (kamar santri) di pesantren teman-teman Herlina pada heran melihat Herlina yang begitu aneh tingkah lakunya berbeda sebelum dia kabur, wajahnya pucat pasi dan dia lebih sering diam tidak seperti biasanya. 

Teman-teman Herlina pun merasa  aneh lagi ketika Herlina membawa koper yang isinya berbau busuk, teman-teman Herlina curiga kalau Herlina  menyimpan sesuatu berbau busuk di koper tersebut. Teman-temannya pun ngecek isi di dalam koper tersebut waktu Herlina tidak ada, dan teman-teman Herlina kaget waktu melihat koper tersebut yang isinya darah berbau busuk.

Teman-teman Herlina pun memilih diam karena takut. Ketika tengah malam, Herlina meminta petugas atau pengurus pesantren mengantarkan dia ke kamar mandi, karena dia takut ke kamar mandi sendirian dan petugas pesantren pun mau mengantarkan Herlina ke kamar mandi. 

Akan tetapi, sudah 2 jam lebih Herlina di kamar mandi tersebut. Pengurus pesantren sudah memangil-manggil Herlina berkali-kali  tapi Herlina tidak menyautnya, petugas pesantren pun merasa kebingungan dan akhirnya petugas pesantren pun memanggil teman-teman sesama petugas dan bersama-sama mendobrak pintu kamar mandi tersebut. Sontak pertugas pesantren pun kaget karena didalam kamar mandi tersebut bukan Herlina tapi sosok hantu perempuan yang berbaju merah bertaring dengan tertawa menyeramkan.

Para Petugas atau pengurus pesantren yang mendobrak akhirnya pun lari terbirit-birit dan melaporkan kejadian tersebut ke Kyai di pesantren, Kyai pun memburu hantu Herlina dan menangkapnya secara ghaib lalu mengurungnya di dalam botol dan dibuang oleh Kyai pesantren sejauh-jauhnya dan kyai pun berpesan kalau tidak ada satu orang pun yang boleh menemukan botol tersebut demi keamanan pesantren dan biar tidak ada korban.

Akirnya pihak pesantren kerumah orang tua Herlina  mendapatkan kabar kalau Herlina telah meninggal dunia karena kecelakaan dan lantaran orang tuanya tidak terima, Herlina hidup lagi dengan bantuan seorang dukun ilmu hitam.

Kisah ini nyata adanya, bahkan menurut desas-desus hantu Herlina telah memakan korba pihak pengurus dan santri di pesantren tersebut.

Tapi ada beberapa versi kejadian awalnya. Tapi dari berbagai versi cerita tersebut ada kesamaan semua, yaitu kematian Herlina yang mati tertabrak itu saat dia masih berstatus jadi santriwati.

Bahkan konon hantu Herlina telah memakan korban yang cukup banyak. Kisah misteri ini cukup terkenal dan menghantui beberapa santri yang mondok di pesantren di daerah Lamongan dan daerah Jombang. (*/alamisteri/bua/malangpostonline.com)
 

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : ist
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU