Horor Unik Ari Aster, Midsommar Teror Emosional

  • 12-09-2019 / 20:37 WIB
  • Kategori:music and movie
Horor Unik Ari Aster, Midsommar Teror Emosional

MALANG- Ari Aster sepertinya mau menunjukan identitasnya sebagai sutradara film horror Hollywood yang tidak biasa. Setelah Hereditary, film pertamanya yang memukau publik. Midsommar masih menampilkan “tema” sama yakni kepercayaan, sekte dan ritual yang mencekam.

Akan tetapi uniknya, Midsommar, tidak dipenuhi dengan adegan pada malam hari seperti Hereditary. Seperti judulnya saja, Midsommar atau Midsummer bertemakan tradisi musim panas. Yang kali ini direpresentasikan Ari Aster dengan ritual Musim Panas di Swedia.

Nah, inilah mengapa kamu bisa memuja kepiwaiaian Ari Aster. Hampir 90 persen adegan mencekam tidak berlatar gelap atau di malam hari. Semuanya di siang hari bahkan dipenuhi dengan warna-warni khas musim panas dengan bunga-bunga indah.

Padahal, horornya tersebar di setiap waktu adegan. Di adegan awal saja, kita sudah disuguhi latar belakang cerita dari sang karakter utama Dani diperankan oleh Florence Pugh. Dani yang memiliki masa lalu keluarga suram diajak pacarnya, Christian diperankan oleh Jack Reynor mengunjungi tradisi Midsommar di Swedia bersama kawan-kawan kampusnya. Mulai disini horor mulai disisipi.

Tradisi yang mereka lihat semula seperti tradisi masyrakat desa biasa, dengan tarian, nyanyian dan sajian makanan. Namun teror mulai diperlihatkan ketika sebuah adegan dua orang warga desa sana melompat dari tebing tinggi dengan sendirinya dan masyrakat desa tersebut malah bertepuk tangan riang. Tentu saja dua orang tersebut tubuhnya hancur.

Secara alur cerita, film ini cenderung berjalan lambat. Bahkan terasa membosankan untuk beberapa saat. Namun, inilah salah satu ciri horor berkelas. Mereka tidak perlu terburu-buru menyajikan kejutan-kejutan. Pelan-pelan dan kemudian menghentak penonton dengan adegan-adegan mengerikan.

Jangan berhadap ada adegan jumpscare. Sebagai gantinya kamu akan dipertontonkan dengan tampilan horor yang benar-benar sadis. Tak cocok ditonton buat kamu yang berhati lemah.

Bukan Ari Aster namanya jika tidak memberikan penutup cerita yang epik. Bagi kamu yang sudah menonton Hereditary, tentunya bisa menebak bagaimana akhir dari kisah Dani, kekasihnya dan kawan-kawannya dalam ritual desa Midsommar tersebut. Oh ya, film ini sebelumnya sempat hampir gagal tayang karena adegang yang “disturbing” tetapi akhirnya bisa dengan beberapa adegan yang disensor.

FYI, Malang Post sendiri sangat kagum melihat akhir cerita yang dibungkus lembut dan menarik. Kengerian, emosional karakter dan cerita tradisi dalam sebuah film horror kelas Ari Aster ini sangat pantas ditunggu. (ica/Malangpostonline.com)

Editor : ica
Uploader : slatem
Penulis : ica
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU