Bintang Lima, Album Dewa 19 yang Lahir dari Ketakutan

  • 17-01-2020 / 13:23 WIB
  • Kategori:music and movie
Bintang Lima, Album Dewa 19 yang Lahir dari Ketakutan Once Mekel menuturkan kisah di balik pembuatan album Bintang Lima milik Dewa 19. (dok. Instagram/de19wa)

Malangpostonline.com - Dewa 19 bak telur di ujung tanduk setelah tak lagi bersama Ari Lasso pada tahun 1999. Ia terpaksa dikeluarkan karena mengonsumsi narkoba, keberadaannya justru merongrong band asal Surabaya yang tengah berada di jalur kesuksesan itu.

Band ini sempat vakum karena tidak memiliki vokalis. Bahkan mereka juga tidak memiliki drummer, setelah Wong Aksan yang juga mengomsumsi narkoba memutuskan untuk rehabilitasi. Lengkap sudah derita Dewa 19.

Saat itu mereka seperti ditelan bumi, banyak pihak yang mengira bahwa band yang terbentuk pada 1986 itu sudah tamat. Tidak ada lagi penampilan Dewa 19 dengan vokalis Ari membawakan Kangen atau Kamulah Satu-Satunya. Semua hanya jadi kenangan.

Tetapi, Ahmad Dhani yang berperan sebagai kibordis masih ingin melanjutkan band yang ia bentuk itu. Ia mengajak Elfonda Mekel alias Once, yang ia kenal saat bersama menggarap musik untuk Kuldesak (1998), sebagai vokalis. Kemudian Once mengajak Tyo Nugros bergabung sebagai drummer.

Melansir CNN Indonesia, Once sendiri bukan anak kemarin sore di dunia musik. Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) ia sudah mulai bernyanyi, kemudian saat kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia ia sempat membuat band.

"Saya sudah kenal banyak musisi, saya pernah rekaman tahun 1991. Tetapi setelah itu ada masa saya enggak pernah nyanyi selama lima setengah tahun," kata Once saat jumpa media di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, kemarin (15/1) sore.

Pada medio 1996 Once memutuskan tidak sepenuhnya fokus di dunia musik. Tetapi ia yang bekerja di sebuah lembaga riset masih menyimpan cita-cita merilis album solo. Bergabung dengan Dewa 19 pada tahun 2000 bisa menjadi batu loncatan.

Dewa 19 berubah jadi Dewa setelah Once dan Tyo bergabung. Kehadiran mereka berdua sebenarnya tidak memecahkan masalah yang tengah terjadi secara instan. Sebagai sebuah band, mereka harus tetap berkarya bila ingin bertahan di industri musik. Mereka memutuskan membuat album, yang kemudian diberi tajuk Bintang Lima (2000).

Belum lama bergabung, Once sudah dihantui perasaan khawatir jika Dewa tidak sukses seperti sebelumnya. Ia merasa menanggung beban berat karena harus menggantikan posisi Ari yang sudah sangat ikonik di mata penggemar, para Baladewa.

Dhani, Tyo dan Andra Ramadhan menekan Once untuk mengeluarkan suara yang bagus. Mereka bahkan memaksanya latihan vokal sebelum rekaman materi Bintang Lima. Once menuruti permintaan mereka, meski tak mudah baginya. Saat itulah muncul perdebatan dalam tubuh Dewa.

"Sempat berantem waktu itu, Once marah. Saya ingat kalimatnya, dia bilang 'I'm ready to quit man'," kata Dhani sembari menunjuk Once.

Yang dikatakan Dhani benar adanya, kala itu Once memang sudah berpikir untuk keluar dari Dewa bila penjualan album hanya sedikit. Ia hanya ingin kembali bekerja kantoran sembari berangan-angan memiliki album solo.

"Beban Dewa berat, dan saya juga ada beban, ini kalau enggak berhasil saya juga jadi kena. Jadi kita harus persiapkan semua. Waktu itu umur 28-29 tahun, energi kencang, masih antusias," kata Once.

Dhani menambahkan, "Saya sampai mimpi, Dewa manggung dengan Once setelah Slank. Begitu tampil penonton pulang. Sampai segitunya, saking paranoid (menggarap album Bintang Lima)."

Dhani mengatakan pembuatan album itu tidak bisa disamakan dengan pembuatan album-album Dewa 19 kala Ari masih bergabung. Bintang Lima adalah album pertaruhan, kesuksesan dan kegagalan Dewa ke depan ditentukan oleh album tersebut.

Alhasil personel Dewa menggarap album itu dengan penuh ketakutan. Untuk pertama kali mereka membuat album tanpa Ari. Kehilangan Ari itu diceritakan dalam salah satu lagu di Bintang Lima, Separuh Nafas.

Separuh nafasku

Terbang bersama dirimu

Saat kau tinggalkanku

Salahkanku

Salahkah aku

Bila aku bukanlah

Seperti aku yang dahulu

Ada makna tergali dari sini

Dari pertikaian yang terjadi

Kau hancurkan diriku

Bila kau tinggalkan aku

Kau dewiku

Kembalilah padaku

Bawa separuh nafasku

Kau dewiku

Begitulah lirik lagu Separuh Nafas. Dhani menjelaskan kata 'aku' dalam lagu itu adalah Dewa. Kini Dewa tak seperti yang dulu karena Ari sudah tidak tergabung.

"Album ini dibuat dengan menuangkan segala macam ketakutan. Memang seperti itu, yang kita hadapi antara Dewa bubar atau tambah sukses," kata Dhani.

Ketakutan Dewa hilang ketikaBintang Lima sukses besar. Kurang lebih album itu terjual sebanyak 1,7 juta kopi, penjualan paling banyak ketimbang karya Dewa lainnya. Menurut Dhani album itu sukses karena dibuat dengan ketakutan.

"Alhamdulillah Dewa tambah sukses dan Bintang Lima lumayan bisa menjadi album yang fenomenal dan monumental," kata Dhani.

Tahun ini album Bintang Lima tepat berusia 20 tahun. Sebagai perayaan, Dewa 19 menggelar tur bertajuk 20 Tahun Bintang Lima Tour 2020 di enam kota Indonesia.

Tur dimulai dari Bandung (15/2), Yogyakarta (22/2), Surabaya (14/3), Banjarmasin (21/3), Balikpapan (25/3) dan Makassar (3/4). Saat ini mereka masih membahas untuk menggelar konser di Jakarta sebagai penutup tur. (adp/rea/cnn/bua)

Editor : bua
Uploader : rois
Penulis : CNN
Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU