Jalan Enam Tiga, Mini Album Pertama Efek Rumah Kaca

  • 23-01-2020 / 14:36 WIB
  • Kategori:music and movie
Jalan Enam Tiga, Mini Album Pertama Efek Rumah Kaca Efek Rumah Kaca bakal merilis album mini pertama bertajuk Jalan Enam Tiga pada Selasa (28/1). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Malangpostonline.com - Band Efek Rumah Kaca akan merilis mini album terbaru bertajuk "Jalan Enam Tiga" pada 28 Januari 2020 mendatang. Perilisan itu akan mereka tandai dengan konser di M Bloc, Blok M, Jakarta Selatan.

Pernyataan itu disampaikan melalui akun Instagram resmi. Band yang terbentuk pada 2001 ini mengunggah foto dengan penjelasan singkat tentang perilisan Jalan Enam Tiga.

"Hari Selasa 28 Januari 2020 akan menjadi hari spesial karena kami akan meluncurkan mini album yang bertajuk Jalan Enam Tiga dan malam harinya kami akan mengadakan konser peluncuran mini album," tulis akun @sebelahmata_erk.

Jalan Enam Tiga akan menjadi mini album pertama Efek Rumah Kaca. Sebelumnya band yang digawangi Cholil Mahmud (vokalis/gitaris), Akbar Bagus Sudibyo (drummer) dan Poppie Airil (basis) ini belum pernah merilis album mini.

Pada Agustus 2019 lalu Cholil sempat memberikan bocoran tentang mini album tersebut. Ia menjelaskan Jalan Enam Tiga berisikan empat lagu dengan durasi yang tidak panjang.

Kemudian pada September 2019 lalu Efek Rumah Kaca merilis single bertajuk Tiba-Tiba Batu bersamaan dengan video musik. Seperti biasa, lirik elegan namun mudah dimengerti menjadi keunggulan band ini. Lagu itu juga terdengar berbeda, dengan nuansa yang lebih riang.

Kepada CNNIndonesia.com, Poppie Airil mengatakan Tiba-Tiba Batu akan menjadi bagian dari Jalan Enam Tiga. Ia mengakui Efek Rumah Kaca belum pernah mengolah materi sedemikian rupa seperti dalam lagu itu.

"Untuk Tiba-Tiba Batu memang terasa segar untuk kami, karena belum pernah membuat materi seperti lagu itu. Lagunya juga dibuat minimalis eksekusinya, tanpa banyak isian gitar dan instrumen lain yang menumpuk track-nya," kata Poppie ketika dihubungi via teks, Kamis (23/1).

Ia tidak membicarakan lebih detail tentang materi Jalan Enam Tiga, namun Poppie mengungkapkan Efek Rumah Kaca memang ingin mencoba menggarap hal-hal baru. Hal ini, katanya, masih berhubungan dengan penampilan live.

"Belajar dari Sinestesia, kalau dibawakan live kami masih sedikit kesulitan karena banyaknya isian dan instrumen di lagu-lagunya," ujarnya, dikutip dari CNN Indonesia.

Poppie menambahkan, "Semakin banyak album, mungkin ceruk untuk bikin lagu enak versi sendiri jadi terbatas ruangnya."

Sepanjang karier bermusik, Efek Rumah Kaca telah merilis tiga album bertajuk Efek Rumah Kaca (2007), Kamar Gelap (2008) dan Sinestesia (2015). Mereka juga merilis dua single bertajuk Merdeka (2016) dan Seperti Rahim Ibu (2018) yang bekerja sama dengan Najwa Shihab. (adp/rea)

Editor : bua
Uploader : rois
Penulis : CNN
Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU