Kontes Ternak di Stadion Kanjuruhan

Dipamerkan, Sapi Limousin Ditawar Rp 160 Juta

  • 05-09-2019 / 14:24 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Dipamerkan, Sapi Limousin Ditawar Rp 160 Juta Panitia juri kontes sapi ketika sedang memeriksa sapi yang diikutkan dalam lomba.

MALANGPOSTONLINE.COM - Menyambut Hari Jadi ke-1259 Kabupaten Malang, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mengadakan kontes hewan ternak, Kamis (5/9) di halaman luar Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Ada empat hewan ternak yang dilombakan. Selain sapi, juga ada kambing, ayam dan kelinci.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, Nurcahyo, mengatakan, kontes hewan ternak diadakan selama dua hari. Hari pertama Kamis (5/9) adalah penilaian, kemudian Jumat (6/9) akan diumumkan pemenangnya. "Untuk kontes sapi, pendaftaran sudah kami tutup sejak Rabu malam. Jumlah pesertanya 104 orang tersebar di Malang Raya, juga ada dari daerah lain," jelas Nurcahyo.

Ada empat kelas untuk kontes sapi yang diperlombakan. Yakni kelas ekstrim untuk sapi jenis Limousin, kelas bakalan kereman, kelas calon induk potong dan kelas calon induk perah. Khusus kelas ekstrim, penilaiannya selain berat badan serta panjang sapi, juga kondisi kesehatan sapi. Sapi Limousin milik M Fauzi, warga Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, merupakan salah satu kriteria yang memiliki panjang tubuh serta berat 1,340 ton dan berusia 4 tahun.

Harga satu ekor sapi jenis Limousin milik warga Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, cukup fantastis. Nilainya setara dengan harga mobil baru Toyota Agya. Sapi berwarna cokelat milik M Fauzi ini, ditawar Rp 160 juta. "Sudah ada orang yang menawar Rp 160 juta. Namun saya masih belum kepikiran untuk menjualnya," ucap M Fauzi.

"Dulu saya membelinya dengan harga Rp 48 juta. Merawatnya sama dengan sapi lainnya," ujarnya, seraya menambahkan merawat sapi tersebut, sejak masih berusia 2,5 tahun.

Selain sapi Limousin yang memiliki berat badan super, ada juga sapi berkaki lima milik H. Madholi, warga Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran. Sapi jenis Sembowo (Sumbawa) itu, ditawar dengan harga Rp 100 juta. Meski secara postur tubuh masih kalah jauh dengan sapi jenis Limousin, namun sapi milik Madholi dibanderol tinggi karena memiliki keanehan. Kakinya ada lima. Salah satunya tumbuh di punggung (punuk). "Sapi saya ini namanya Raja Kaya. Dia memiliki kaki lima, sama seperti Pancasila ada lima sila dan rukun Islam juga ada lima," jelas Madholi.

"Kontes ternak ini, kami hadirkan supaya menarik para peternak di Kabupaten Malang. Hal ini, untuk meningkatkan budidaya ternak, khususnya sapi. Karena kalau sudah mengikuti lomba, pasti indukannya akan dicari. Harganya pun juga sudah berubah," jelasnya.

Di Kabupaten Malang, lanjut mantan Kepala Dispora ini, populasi sapi ada 458 ribu untuk jenis sapi potong dan perah. Meski belum ekspor ke luar negeri, namun sapi Kabupaten Malang sudah dijual kebeberapa daerah, seperti Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Lombok. "Karena diketahui wilayah Jawa Timur, semua sapi bebas dari anthrax," tuturnya.

Selain itu, bersamaan juga diadakan lomba cipta menu makanan berbahan keju. Total ada 66 peserta se-Kabupaten Malang. Setiap kecamatan mengirim dua perwakilan. Lomba cipta menu makanan berbahan keju ini adalah yang kali pertamanya. Bahan keju yang terbuat dari susu dipilih, karena dari hasil peternakan. Ada banyak menu makanan yang tercipta, seperti salad, laksa, cake, jenis minuman serta pia. "Semuanya rasanya enak seperti menu makanan di hotel. Karena itu, dalam lomba cipta menu ini, kami mengundang perwakilan hotel dan pecinta kuliner sebagai juri, supaya bisa mempromosikan hasil makanan," paparnya. (agp/udi)/Malangpostonline.com)

Editor : udi
Uploader : slatem
Penulis : agp
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU