Bantu SMK, Pemerintah Rangsang DUDI dengan Insentif Pemotongan Pajak

  • 07-09-2019 / 17:35 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Bantu SMK, Pemerintah Rangsang DUDI dengan Insentif Pemotongan Pajak

MALANG - Pemerintah memiliki terobosan untuk mendorong kontribusi lebih signifikan pelaku usaha dan dunia industri (DUDI) pada pendidikan vokasi. Insentif pemotongan pajak diusulkan bagi DUDI yang peduli terhadap pendidikan kejuruan.

Ini ditegaskan Direktur Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, DR Bakrun MM, di selama seminar pendidikan yang digelar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Malang di Kepanjen, Sabtu (7/9/2019).

"Pemerintah juga mendorong insentif bagi perusahaan melalui PP 45 tentang Perpajakan," Bakrun, Sabtu (7/9) siang.

Jadi nanti, lanjutnya, kalau perusahaan dan industri mengeluarkan biaya untuk membantu pengembangan dan pembelajaran di SMK-SMK, pemerintah akan memberingan pengurangan kewajiban pajaknya hingga 200 persen.

Menurut Bakrun, dorongan insentif pajak ini menjadi salah satu upaya strategis pemerintah agar sektor industri dan perusahaan terlibat lebih aktif dalam program link and match pendidikan kejuruan.

"Sekarang masih disiapkan PMK (Peraturan Menteri Keuangan)-nya. Kami kemarin sudah dimintai paraf (persetujuan) draf PMK ini. Mudah-mudahan bulan ini sudah bisa diterbitkan," bebernya.

Apa kontribusi positif yang diharapkan dari kebijakan insentif pemotongan pajak ini? Bakrun menegaskan, industri nantinya bisa melakukan pendampingan SMK atau membimbing siswa yang menjalani prakerin di industri yang ditempati.

"Ya, nanti berapapun biaya yang dikeluarkan industri untuk pendampingan SMK, bisa dihitung lah (pengurangan kewajiban pajaknya," demikian Baktun. (amn/Malangpostonline.com)

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : amn
Fotografer : amn

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU