PDI-P Target Satu Paket Calon

  • 08-09-2019 / 13:23 WIB
  • Kategori:Kabupaten
PDI-P Target Satu Paket Calon Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto.

MALANG - Sampai Minggu (8/9) siang, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang baru menerima empat bakal calon yang mengambil formulir pendaftaran. Sementara yang sudah mengembalikan formulir, baru satu orang saja. Yakni Sekda Ir. Didik Budi Muljono.

"Empat orang yang sudah mendaftar mengambil formulir. Sedangkan yang mengembalikan baru satu," ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto.

Empat bakal calon yang mengadu nasib di PDI Perjuangan, untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Malang tahun 2020. Yakni Sekda Ir Didik Budi Muljono MT, pengusaha Wibi Dwi A, Wahyu Eko Setiawan atau diakrab Sam Wes, serta Kepala Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo Hendik Arso Marhein.

Menurut Didik, tugas DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang hanya membuka pendaftaran dan menerima berkas persyaratan. Selanjutnya, berkas formulir yang sudah dikembalikan akan dilakukan verifikasi internal. Baru kemudian, berkas calon disampaikan ke DPD PDI Perjuangan Jawa Timur untuk diteruskan ke DPP PDI Perjuangan.

"Batas pengembalian formulir sampai tanggal 14 September. Berkas formulir yang sudah dikembalikan dan ada kekurangan, akan segera kami sampaikan supaya bisa dilengkapi sampai tanggal 12 September. Sedangkan batas pengambilan formulir sampai tanggal 11 September," terang Didik, sembari mengatakan bahwa penetapan calon menjadi kewenangan DPP.

Ketua DPRD Kabupaten Malang sementara ini, juga mengatakan bahwa PDI Perjuangan manargetkan mengusung satu paket calon di Pilkada 2020. Yakni selain mengusung bupati, juga wakil bupati. 

"Target kami berangkat satu paket. Karena kami memiliki 12 kursi di DPRD Kabupaten Malang, sehingga bisa mengusung calon sendiri," jelasnya.

Namun demikian, lanjut Didik, bahwa PDI Perjuangan juga tidak menutup kemungkinan berkoalisi dengan partai politik (Parpol) lain. Bahkan Didik juga mengatakan kalau PDI Perjuangan sudah menjaring komunikasi dengan Parpol lain.

"Meskipun bisa berangkat sendiri, tetapi dalam politik tidak boleh kaku. Harus fleksibel dan kami juga terus menjalin komunikasi dengan Parpol lain. Sudah ada dua Parpol yang berkomunikasi dengan PDI-P. Siapapun Parpol nantinya, kalau sepakat yang jalan bareng untuk berkoalisi," paparnya. (agp/Malangpostonline.com)

Editor : agp
Uploader : irawan
Penulis : agp
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU