Memprihatinkan, Nasib Situs Sekaran Makin Tak Jelas

  • 08-09-2019 / 18:53 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Memprihatinkan, Nasib Situs Sekaran Makin Tak Jelas TIDAK TERAWAT: Belum ditangani serius, kondisi situs Sekaran kian tidak terawat  dan memprihatinkan.

PAKIS - Kondisi Situs Sekaran di Dusun Sekaran, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang kian memprihatinkan. Situs yang diduga merupakan peninggalan pra Kerajaan Singhasari ini betul-betul tidak terawat. Banyak batu bata yang lapuk akibat terkena panas. 

Tentu saja, hal ini membuat sejumlah warga prihatin. Supriyono salah satunya. Warga yang rumahnya tidak jauh dari area situs ini menyayangkan kondisi situs yang tidak terawat tersebut. 

"Dulu saat kali pertama ditemukan, semuanya bersemangat. Respon dari  Purbakala (Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur) sangat cepat, menangani. Tapi hanya sebentar, kemudian pergi, dan membiarkan situs, hingga kondisinya saat ini memprihatinkan," katanya. 

Supriyono mengatakan, jika mulanya warga antusias dengan temuan situs tersebut. Mereka berharap situs Sekaran menjadi destinasi wisata baru. Dengan begitu, situs tersebut akan banyak  didatangi wisatawan.  "Kalau banyak wisatawan datang. Warga disini kan dapat imbasnya. Minimal kami bisa membuat souvenir, atau apalah, yang itu tentu saja dapat menambah pendapatan," ujarnya. 

Namun seiring berjalannya waktu, nasib situs semakin tidak jelas. Harapan warga membuat karya juga ikut pupus. Sementara Lianah, pemilik warung. Sekaran mengatakan dari hari ke hari wisatawan yang datang ke situ jumlahnya terus menurun. "Waktu awal-awal, warga yang berkunjung ke situs ini bisa mencapai 600 an per hari. Namun jumlah itu menurun. Sekarang ada, tapi jumlahnya tidak tentu, biasanya hanya lima orang saja, tapi juga bisa kurang," tambanya. 

Liana mengaku, berkurangnya jumlah wisatawan yang datang tak lain dipengaruhi dengan kondisi situs yang tidak terawat. "Kalau kami ya menyayangkan. Apalagi ini peninggalan sejarah. Tapi entahlah, mungkin pemerintah lebih paham," ungkapnya.

Sementara Camat Pakis, Firmando Hasiholan Matondang saat dikonfirmasi  terkait dengan kondisi situs yang memprihatinkan memilih untuk tidak banyak berkomentar. Kepada Malang Post, Mando begitu dia akrab dipanggil menyebutkan, belum adanya pengelolaan situs ini karena terkait dengan aset.

"Yang menangani langsung adalah Dinas Pariwisata, tapi ya itu. Informasi yang kami tahu, belum ada penyerahan aset tersebut ke Pemkab Malang, sehingga Pemkab pun belum dapat mengelola," tegasnya. (ira/udi/Malangpostonline.com)

Editor : udi
Uploader : irawan
Penulis : ira
Fotografer : ira

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU