Pemkab Malang Siap Budidayakan Melon Chamoe

  • 09-09-2019 / 19:02 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Pemkab Malang Siap Budidayakan Melon Chamoe MENIKMATI: Plt. Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi menikmati buah Melon Chamoe bersama Pengasuh Ponpes Al Huda, Gus Tajoel Arifin

MALANG - Ada kebun buah Melon Chamoe di Kabupaten Malang. Budidaya buah ini dikembangkan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) di Pondok Pesantren Al Huda, Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak. Plt. Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi mengapresiasi budidaya buah tersebut dengan mendatangi kebunnya langsung Senin (9/9) siang kemarin.

Kedatangan Sanusi ke kebun buah Melon Chamoe tidak hanya sekadar keliling melihat kebun, tetapi juga memetik sekaligus mencicipi rasa dari buah berwarna kuning tersebut.

"Rasanya manis, enak. Pemkab Malang nanti akan mengadopsi budidaya buah Melon Chamoe ini. Gus Tajoel Arifin (Pengasuh Ponpes Al Huda, red) nanti yang akan memimpin proyeknya," ungkap Sanusi.

Menurutnya, buah Melon Chamoe tersebut nantinya akan dibudidayakan di Taman Jeru, Kecamatan Tumpang. Alasannya, selain karena lahannya yang subur, juga ada lahan yang bisa digunakan untuk pengembangan pertanian. Termasuk untuk mengembangkan budidaya Melon Chamoe.

"Disana (Taman Jeru, red) ada lahan sekitar satu hektare yang bisa untuk pengembangan budidaya Melon Chamoe," katanya.

Lebih lanjut, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, bahwa budidaya pertanian buah Melon Chamoe contoh pertanian modern yang ramah lingkungan. Metode pertanian yang diterapkan oleh LPPNU Kabupaten Malang banyak juga diminati para petani di luar negeri.

"Ciri pertanian modern, modal awalnya memang cukup besar. Tetapi biaya perawatannya dapat ditekan lebih rendah. Dan hasil buahnya dapat dijual lebih mahal," terangnya.

Terpisah, Pengasuh Pondok Pesantren Al Huda, Gus Tajoel Arifin mengatakan, satu green house tanaman Melon Chamoe dapat menghasilkan produksi sebesar 3 ton. Harga buah Melon Chamoe tersebut, juga sangat mahal. Bahkan untuk peminatnya juga sangat banyak.

"Harga satu butir Melon Chamoe ini mencapai Rp 35 ribu. Sedangkan buah melon biasanya hanya Rp 8 ribu, sehingga selisihnya cukup banyak," jelas Gus Tajoel Arifin.

Ditambahkannya, hasil panen buah Melon Chamoe, sudah dikirim ke beberapa daerah. Satu green house tanaman Melon Chamoe diakui bisa menghasilkan pendapatan sebesar Rp 5 juta.

"Karena penikmat buah ini sangat banyak, sesuai arahan Pak Bupati, nantinya bersama LPPNU Kabupaten Malang kami siap untuk mengembangkan lahannya lebih luas lagi," pungkasnya.(agp/aim/Malangpostonline.com)

Editor : aim
Uploader : slatem
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU