Dapat Dukungan PAC, Rektor Unira Siap Bersaing Dengan Sekda Dapatkan Rekom Dari DPP PDI-P

  • 11-09-2019 / 16:04 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Dapat Dukungan PAC, Rektor Unira Siap Bersaing Dengan Sekda Dapatkan Rekom Dari DPP PDI-P Hasan Abadi MAP, Rektor Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Kepanjen, ketika mengambil sekaligus mengembalikan formulir pendaftaran di kantor DPC PDI Perjuangan.

MALANG - Satu lagi figur Nahdlatul Ulama yang mendaftar Bacabup lewat PDI Perjuangan, Rabu (11/9). Hasan Abadi MAP, Rektor Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Kepanjen, siap bersaing untuk mendapat rekom dari DPP PDI-P.

Hasan, memilih PDI Perjuangan karena mengaku satu visi. Yakni sama-sama memperjuangkan nasib wong cilik. Apalagi NU juga bagian dari masyarakat grass root (wong cilik).

"Kader NU juga bagian dari wong cilik, yang selama ini menganggap bahwa antara hijau dan merah tidak ada masalah diberbagai persoalan kebangsaan atau lainnya. Saya maju dalam bursa Bacabup melalui PDI Perjuangan, karena merasa satu visi," ungkap Hasan Abadi.

Alasan lainnya, Hasan mengaku juga mendapat dorongan dari kawan-kawan PAC PDI-P, santri serta kaum millenial untuk bersatu memperjuangkan nasib wong cilik. Apalagi PDI Perjuangan juga merupakan partai pemenang, sehingga siapapun akan tertarik mengikuti proses penjaringan di Parpol berlambang kepala banteng moncong putih ini.

"Selama ini saya juga sudah banyak berdiskusi dengan banyak pihak terkait dengan kesamaan visi. Karena kesamaan visi yang sama inilah, akhirnya saya memberanikan diri untuk maju," terangnya sembari mengatakan sudah mendapat dukungan 40 persen dari kader PAC PDI-P Kabupaten Malang.

Disinggung apakah sudah mendapat restu dari para ulama dan kiai?. Hasan mengatakan bahwa dirinya sudah berkomunikasi dengan para alim ulama serta kiai. Terutama para habaib dan kiai di luar struktur NU. Karena NU secara struktural bukan partai politik, dan tidak bermain di Parpol.

"Sepanjang sama-sama bisa menegakkan Islam yang moderat dan isu-isu kebangsaan tentang NKRI sama, mereka mendukung sepenuhnya," jelas Hasan.

Terkait dengan banyaknya kader NU yang maju dalam Pilkada 2020. Hasan mengatakan bahwa dinamika tersebut sangat bagus. Karena menunjukkan bahwa NU memiliki banyak kader yang bagus dan berkualitas. 

Semakin banyak kader NU yang maju, maka menjadikan sebuah keberhasilan demokrasi di Kabupaten Malang. Artinya, masyarakat yang berada di grass root nantinya akan muncul untuk menjadi pemimpin. Baik dari kalangan santri atau masyarakat biasa.

"Sehingga tidak hanya dari kalangan politik saja yang selama ini sudah menguasai peta politik. Tetapi calon muncul dari kalangan masyarakat bawah," urainya.

Hasan mengatakan, bahwa dirinya selama ini baru berkomunikasi dengan PDI Perjuangan saja untuk maju Pilkada. Bukan karena PKB belum membuka pendaftaran, tetapi memiliki kedekatan dari para kader PDI Perjuangan yang berada di bawah.

Diakuinya, bahwa membangun Kabupaten Malang memang tidak bisa dilakukan sendiri. Harus bersama-sama dengan Parpol serta masyarakat. Karena ketika tidak ada perubahan yang mendasar, maka Kabupaten Malang akan tetap stagnan.

"Padahal potensi yang ada di Kabupaten Malang ini sangat luar biasa, dan selama ini tidak tergarap dengan baik serta maksimal," tuturnya.

Disinggung apa sebelumnya sudah ada kontrak politik dengan PDI-P?. Pria ramah ini menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak ada kontrak politik. Dia akan mengikuti proses dan aturan main dari PDI-P. 

"Kontrak politiknya jelas, yakni NKRI harga mati. Sebagai kader NU, hanya ingin membangun bagaimana bisa sama-sama menjadikan Islam moderat untuk kemaslahatan Malang," tegasnya.

Soal pilihannya maju N1, Hasan mengaku siap bersaing atau berkompetisi secara baik, kompetitif dan fair. Sekalipun nantinya harus berebut rekom dari DPP PDI Perjuangan, dengan Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono.

"Saya dengan Pak Didik memiliki hubungan baik, termasuk dengan Bu Untari serta lainnya. Kompetisi itu wajar dan dinamis, tetapi pertimbangan kami serahkan ke DPP," ucapnya.

Menariknya lagi, kedatangan Hasan yang dikawal belasan Ketua PAC PDI Perjuangan Kabupaten Malang ini, tidak hanya sekadar mengambil formulir. Tetapi langsung mengisi dan menyerahkan formulir pendaftaran.

"Ini bukti keseriusan saya maju dalam Pilkada 2020. Semua persyaratan sudah kami siapkan sejak awal. Ketika nantinya ada kekurangan, akan segera kami lengkapi," pungkasnya. (agp/Malangpostonline.com)

Editor : agp
Uploader : irawan
Penulis : agp
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU