Delapan Pendaftar, Baru Tiga Yang Sudah Mengembalikan Formulir

  • 12-09-2019 / 16:33 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Delapan Pendaftar, Baru Tiga Yang Sudah Mengembalikan Formulir Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, didampingi tim penjaringan Cakada, ketika konferensi pers hasil penjaringan.

MALANG - DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, menutup pendaftaran calon kepala daerah (Cakada) pada Rabu (11/9) pukul 24.00. Sejak dibuka Kamis (5/9), terdata ada delapan orang yang mengambil formulir pendaftaran.

"Dari delapan orang yang mengambil formulir, sampai siang ini (Kamis, red) baru tiga orang yang mengembalikan formulir," ujar Ketua DPC PDI-P Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, saat konferensi pers hasil penjaringan Cakada di kantor DPC PDIP, Kamis (12/9) siang.

Delapan orang yang mengambil formulir Cakada tersebut adalah, Sekda Kabupaten Malang, Ir. Didik Budi Muljono, Wibie Dwi A (pengusaha), Wahyu Eko Setiawan atau Sam Wes (Pengusaha), Kepala Desa Pijiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Hendik Arso Marhein.

Kemudian, Ketua PCNU Kabupaten Malang, dr. Umar Usman, MM, Rektor Unira Kepanjen, Dr. Hasan Abadi, S.Ag., MAP, Waketum LESBUMI PB NU, Juma'ali S.Sn serta Diky Sulaiman, Pengurus Kadin Kota Malang.

"Tiga orang yang sudah mengembalikan formulir adalah Didik Budi Muljono, Hasan Abadi serta Wahyu Eko Setiawan atau Sam Wes," tuturnya.

Ketua DPRD Kabupaten Malang ini, mengatakan dari delapan orang yang mendaftar di kantor DPC PDI-P, hanya satu orang yang merupakan kader Parpol berlambang kepala banteng moncong putih, yakni Hendik Arso Marhein. Hendik selain Kades Pujiharjo, dia juga tercatat sebagai Ketua PAC Tirtoyudo serta koordinator Papdesi Kabupaten Malang.

Sementara, lima orang yang belum mengembalikan formulir pendaftaran, akan ditunggu sampai tanggal 14 September. Selanjutnya, formulir Cakada yang sudah dikembalikan, akan dilakukan verifikasi data untuk mengecek kelengkapan persyaratan. Ketika ada kekurangan, panitia penjaringan akan segera memberitahu supaya bisa secepatnya dilengkapi.

"Setelah kami verifikasi faktual, berkas formulir pendaftaran nantinya akan kami kirim ke DPP melalui DPD PDI-P Jawa Timur. Nantinya, para Cakada yang lolos verifikasi, akan dilakukan fit and proper test. Dan kewenangan penetapan Cakada, sepenuhnya oleh DPP. Kami di DPC, hanya menerima penjaringan calon," jelas Didik.

Didik menyampaikan, bahwa dalam penjaringan Cakada Kabupaten Malang, PDI Perjuangan membuka tiga pintu pendaftaran. Selain di kantor DPC, pendaftaran juga dilakukan di DPD Jawa Timur serta DPP pusat. Hal ini, untuk memberikan ruang bagi masyarakat ataupun kader PDI-P yang ingin maju dalam pertarungan Pilkada tahun 2020 nanti.

Hanya saja, berapa orang yang sudah mendaftar di DPD serta DPP, Didik mengaku tidak mengetahui pasti. Namun, diyakini banyak kader dari PDI-Perjuangan yang sudah mendaftar. Apalagi, jadwal pendaftaran di DPD serta DPP lebih lama daripada di DPC.

"Berapa orang yang mendaftar di DPD dan DPP, baru bisa kami ketahui nanti pada tanggal 16 September, ketika kami menyerahkan formulir Cakada yang sudah dilakukan verifikasi," urainya.

Terkait isu bahwa PDI Perjuangan, krisis kader dalam Pilkada 2020, Didik membantahnya. PDI-P diakuinya justru banyak kader potensial yang bisa maju menjadi Bupati Malang. 

"Hanya saja, kader PDI-P ingin melakukan pengabdian di partai. Hasrat kader PDI-P di partai, tidak harus melegalkan ambisi jabatan semata. Tapi benar-benar ingin melahirkan tokoh maupun pemimpin berpotensi,” tandasnya.(agp/Malangpostonline.com)

Editor : agp
Uploader : slatem
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU