Arca Banteng dan Yoni Ditemukan di Pakis

  • 18-09-2019 / 16:38 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Arca Banteng dan Yoni Ditemukan di Pakis Jujuk Hermanto menunjukkan yoni dan batu diduga lingga yang ditemukan di Dusun Curah Ampel, Desa Ampeldento

PAKIS - Sebuah batu berlubang diduga Yoni dan batu pahatan tidak berbentuk ditemukan  warga di Dusun Curah Ampel, Desa Ampeldento, Kecamatan Pakis. Keduanya  ditemukan di area persawahan milik warga. Rabu (19/9) kemarin, temuan itu langsung ditindaklanjuti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Kabupaten Malang, dengan meninjau ke lokasi temuan. 

"Sebetulnya ini bukan temuan, tapi sudah lama dan sudah diketahui warga.  Tapi baru dilaporkan warga ke kami," kata Kepala Seksi Museum Sejarah Dan Cagar Budaya Disparbud Kabupaten Malang Anwar Supriyadi. Dia yang turun langsung melakukan peninjauan ini, berencana membuat surat kepada Desa Ampeldento dan Kecamatan Pakis, untuk menjaga dan melestarikan situs tersebut. 

Di sekitar yoni itu juga ditemukan  batu andesit berbentuk persegi panjang. jarak keduanya sekitar 200 meter. Diduga batu andesit  ini merupakan pintu gerbang candi. Keberadaan keduanya tidak jauh dari situs Sekaran, Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis. Jaraknya sekitar 1 kilometer.

 "Kalau ini peninggalan apa, kami harus melakukan penelitian lebih lanjut dan melibatkan Badan Pelestarian Cagar Budaya. Tapi yang jelas paling utama, adalah situs ini harus dijaga, agar tetap lestari," tambah Anwar.

Situs ini sendiri kali pertama dilaporkan oleh Jujuk Hermanto, warga setempat. Sekitar  tahun 2003 lalu Jujuk yang sedang bermain di sawah melihat balok batu. Dia pun curiga, karena batu tersebut memiliki tekstur ukiran meskipun tidak jelas. Selain itu di ujung batu juga terdapat lubang. Dia pun menduga jika batu itu adalah situs. Terlebih dari batu berbentuk persegi panjang juga ditemukan batu lain berbentu seperti yoni.

"Saya memberitahu warga waktu itu. Tapi katanya situs ini sudah lama. Bahkan ada yang mengatakan batu yang saya temukan itu adalah Reco banteng, karena di ujung ada patung bentuknya kepala banteng ,"  katanya.

Sementara yang yoni ditemukan di atas gundukan tanah. Dimana menurut Jujuk dibawah gundukan tanah tersebut terdapat struktur batu bata.

"cuma bentuknya apa saya tidak tahu, tidak berani buka juga. Dan katanya warga disini dulu juga ditemukan arca, ada empat. Arca, semuanya ditanam," tambah pria 32 tahun ini.

Jujuk sendiri sudah menyampaikan temuan ini kepada Joko Leksono pemerhati cagar budaya, saat rame temuan Situs Sekaran. "Tapi baru kemarin (Selasa) mas Joko datang, dan melihat langsung,'" kata Jujuk. 
Ditanya situs tersebut peninggalan apa? Jujuk mengaku tidak tahu.
Tapi yang jelas menurut Jujuk beberapa tahun lalu situs ini sempat akan dipindahkan, namun tidak bisa. Dan sejauh ini banayak warga yang datang ke area situs, selain hanya melihat juga ada yang ritual. 

"Harapannya dengan sudah diketahui ini ada tindak lanjut dari pemerintah," kata Jujuk. Dia mengatakan situs itu tidak sekadar benda cagar budaya, tapi juga menyimpan sejarah yang harus dijaga kelestariannya," tandasnya.(ira)

Editor : ira
Uploader : irawan
Penulis : ira
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU