Korsleting Kembali Bakar Rumah Warga di Pakis

  • 21-09-2019 / 16:59 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Korsleting Kembali Bakar Rumah Warga di Pakis CEK : Petugas Damkar Kabupaten Malang usai memadamkan api di kawasan Banjarejo Pakis, Jumat malam.

MALANGPOSTONLINE.COM - Kediaman milik Huri Firman, 56, warga Dusun Ngamperong, RT 02 RW 05, Banjerejo Pakis, hangus dilalap api. Kebakaran yang merusak perabotan dan sebagian atap serta kerangka rumah korban, terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, Jumat malam (20/9). Peristiwa ini dilaporkan sendiri oleh korban kepada Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang.

“Laporan masuk sekitar pukul setengah delapan malam, korban atas nama Huri Firman, warga Dusun Ngamperong Pakis. Setelah laporan masuk, kami meluncur dengan dua unit mobil pemadam kebakaran,” ujar Kasi Penanggulangan Kebakaran Bidang PPBK Satpol PP Kabupaten Malang, Agus ‘Ambon’ Suyanto kepada Malangpostonline.com, Sabtu.

Meski demikian, menurut Ambon, peristiwa kebakaran ini sendiri sebenarnya terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Paska munculnya api dari rumah tersebut, pemilik rumah dan warga sekitar berupaya memadamkan api dengan alat dan air seadanya. Namun, api tak kunjung selesai dan masih terus memunculkan asap.

Sehingga, setengah jam kemudian, laporan ke Damkar Kabupaten Malang dibuat. “Areal rumah seluas 150 meter persegi. Namun, bagian yang paling parah terbakar, berada di sekitar kamar. Bagian atap rumah sampai rusak. Genting rumah juga ambrol ke dipan kamar,” ujar Ambon.

Petugas yang berangkat pukul 19.35 WIB, tiba di lokasi pukul 19.45 WIB. Petugas Damkar Kabupaten Malang juga langsung mengulur selang penyemprot air, dan mengarahkan ke semua titik api yang muncul dari rumah tersebut. Petugas membutuhkan waktu selama setengah jam untuk memadamkan api.

Untuk mendinginkan rumah, petugas melakukan pembasahan, sekaligus mencegah munculnya titik api baru. “Sekitar pukul 20.15 WIB, petugas Damkar Kabupaten Malang kembali ke markas. Dugaan sementara penyebab kebakaran, adalah korsleting akibat arus pendek,” tambah Ambon.

Pihak Damkar Kabupaten Malang menerima keterangan dari korban, bahwa kerugian akibat kebakaran ini diklaim mencapai Rp 50 juta. Ambon mengimbau, warga untuk selalu berhati-hati dalam mengisi ulang handphone. Jika sudah penuh, maka sebaiknya segera dicopot.

“Ketika ada kebakaran, langsung hubungi Damkar Kabupaten Malang, kami siap melayani masyarakat Kabupaten Malang,” tutup Ambon.(fin/Malangpostonline.com)

Editor : fin
Uploader : slatem
Penulis : fin
Fotografer : fin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU