Upacara Adat Karo, Habiskan Anggaran Rp 1.6 M

  • 22-09-2019 / 21:36 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Upacara Adat Karo, Habiskan Anggaran Rp 1.6 M Bupati Malang H M Sanusi menikmati hidangan yang di sediakan warga saat upacara adat sadranan adat Karo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo.

MALANGPOSTONLINE.COM, PONCOKUSUMO - Ratusan warga dari Dusun Ngadas dan Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo berkumpul di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Desa Ngadas,  Kecamatan Poncokusumo. Minggu (22/9) mereka berkumpul untuk mengikuti kegiatan upacara sadranan.

Kepala Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Mujianto mengatakan, upacara adat sadranan ini digelar sebagai puncak acara adat Karo.Kegiatan ini digelar secara turun temurun, dan digelar setiap hari raya Karo.

Upacara adat ini merupakan bentuk rasa sukur atas nikmat Allah SWT dan menjadi pengingat. terhadap para leluhur. Dalam upacara ini, seluruh masyarakat adat Karo  berdoa bersama. Doa dipimpin oleh tetua adat. Dan kegiatan ini   diakhiri dengan  makan bersama-sama di atas batu nisan keluarga. Tak lupa, mereka juga mengunjungi makam pendiri desa dan berkirim doa.

"Upacara Sadranan Karo juga menjadi wujud, warga telah menjalankan empat bekti. Pertama ini, bekti kepada Tuhan YME, Bekti kepada kedua orang tua, Bekti kepada Leluhur yang menciptakan Desa Ngadas; dan Bekti kepada para pemimpin yang ada," tambah Mujianto.

Dia juga mengajak seluruh masyarakat adat Kasro mengambil hikmah dari kegiatan upacara adat ini. "Kami yang masih hidup ini nanti akan mati. Jangan berbangga hati ketika masih hidup dan bangga atas kekayaan, karena harta tidak dibawa mati. Mari kita selalu bersyukur dan bersyukur, dan selalu berbuat baik," tambah Mujianto.

Sementara itu Bupati Malang HM Sanusi yang hadir dalam kegiatan tersebut mengaku bangga terhadap warga Desa Ngadas, terutama warga Karo yang tetap mengenang nenek moyang melalui upacara adat Karo. Dia berharap upacara adat ini terus dilestarikan, dan dapat dinikmarin oleh anak cucu.

"Tentunya, pemerintah berharap Ngadas sebagai Desa Wisata Adat semakin maju. Masyarakatnya banyak rejekinya dan hidup sejahtera," kata Bupati yang dilantik pada 17 September 2019 lalu ini.

Yang membuat Sanusi lebih bangga adalah, Uapacara Adat Karo ini diselenggarakan dengan swadaya. Ini menjadi bukti, bahwa adanya kebersamaan warga.

Menurut laporan panitia, Upacara Adat Karo ini menghabiskan uang Rp 1.6 M. Uang itu dikumpulkan dari 526 KK selama 1 bulan. Uang tersebut digunakan untuk seluruh rangkaian kegiatan upacara Adat Karo. (ira/Malangpostonline.com)

Editor : ira
Uploader : slatem
Penulis : ira
Fotografer : ira

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU