Kunjungi Candi Kidal, Sanusi Ajak Wabup Soedarman

  • 10-10-2019 / 21:22 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Kunjungi Candi Kidal, Sanusi Ajak Wabup Soedarman KUNJUNGAN: Bupati Malang H. M Sanusi dan Wakil Bupati terpilih Drs Mohamad Soedarman MM foto bersama di Candi Kidal, Kecamatan Tumpang.

Malangpostonline.com - Bupati Malang H. M Sanusi mengunjungi Candi Kidal pada Kamis (10/10). Kedatangannya ke Candi tertua di Jawa Timur ini cukup menarik, karena selain didampingi sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), diantarannya, Kepala Dinas PU Bina Marga, Ir Romdhoni, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Budi Ismoyo, Camat Tumpang, Sukarlin, Sanusi juga didampingi Wakil Bupati Terpilih Drs Mohamad Soedarman MM. Bahkan, Soedarman juga ikut melakukan penelusuran, saat Juru Pelihara (Jupel) Candi Kidal, Imam Pinarko bersama Sanusi menelusuri sumber air yang ada di kawasan candi tersebut.

Menggunakan baju batik, berkacamata hitam, Soedarman terlihat tidak canggung, dan mengikuti langkah demi langkah Sanusi dan rombongan.

Kepada wartawan, Sanusi mengatakan, kunjungan ke Candi Kidal itu tujuannya melihat relief burung garuda. Hal tersebut berkaitan dengan proyek yang akan digelar Pemerintah Kabupaten Malang, yaitu menggelar sayembara batik khas Malang. Batik yang menjadi juara sayembara akan menjadi icon Kabupaten Malang, dan kedepan batik tersebut menjadi seragam Aparatur Sipil Negara (ASN) serta siswa sekolah se Kabupaten Malang. ”Saya kesini karena terinspirasi untuk membuat sayembara, tentang batik khas Malang,’’ katanya.

Sebelumnya, Sanusi menyebutkan pihaknya sempat melakukan diskusi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang tentang batik khas Malang. Dikatakan Sanusi, bahwa khas itu berkaitan dengan motif dan memiliki filosofi. Salah satunya adalah terkait dengan relief burung garuda di dinding Candi Kidal. Relief itu memiliki sejarah.

”Dulu Bung Karno menjadikan burung Garuda sebagai lambang negara diambilnya dari sini. Bahkan juru pelihara mengatakan, nama Bhineka Tunggal Ika juga diambilkan dari sejumlah burung yang ada di relief candi ini,’’ tambahnya. Seiring dengan sayembara batik, Sanusi mengatakan motif paling mengena.

itulah yang akan menjadi pemenang sayembara. ”Tidak hanya disini. Tapi relief-relief candi di tempat lain, bisa jadi motif untuk batik khas Malang. Nanti dinilai, motif paling mengena itulah yang jadi pemenang, dan batiknya akan jadi icon Kabupaten Malang,’’ kata Sanusi yang mengatakan sayembara batik khas Malang itu akan digelar Disparbud Kabupaten Maang.

Tidak hanya menghasilkan icon batik khas Malang, sayembara itu juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena setelah batik menjadi icon, maka batik tersebut langsung diproduksi massal. Karena kain batik tersebut digunakan untuk seragam ASN. ”Produksinya melibatkan pebatik se Kabupaten Malang. Sehingga dengan adanya kegiatan ini, dapat meningkatkan pendapatan para pebatik,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Soedarman mengatakan, jika dia mengikuti kunjungan ke Candi Kidal karena mendapat telepon dari Bupati Malang. ”Tadi saya mendapat telepon, kemudian diajak ke sini. Dan saya mau,’’ katanya.

Soedarman mengatakan tidak asing dengan Candi Kidal, karena sudah beberapa kali mengunjungi tempat tersebut. Tapi yang jelas, meski Candi Kidal ini merupakan peninggalan kerajaan, tapi candi itu memiliki daya tarik yang luar biasa. Sehingga dia yakin, jika dikelola dengan baik, dapat mendatangkan wisatawan yang banyak. (ira/udi/Malangpostonline.com)

Editor : udi
Uploader : slatem
Penulis : irawan
Fotografer : irawan

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU