Pemkab Keluarkan Status Tanggap Darurat Karhutla Lereng Arjuno

  • 13-10-2019 / 19:37 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Pemkab Keluarkan Status Tanggap Darurat Karhutla Lereng Arjuno PEMADAMAN: Beragam peralatan dan logistik disiapkan anggota Kodim 0818 Kabupaten Malang dan Kota Batu dan Polres Malang untuk digunakan melakukan pemadaman kebakaran hutan di lereng Gunung Arjuno.

Malangpostonline.com – Pemerintah Kabupaten Malang mengeluarkan status Tanggap Darurat untuk Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di lereng Gunung Arjuno. Surat tersebut ditandatangani Bupati Malang H. M Sanusi, Minggu (13/10). Penandatanganan surat Tanggap Darurat itu dilakukan, setelah Bupati Malang bersama Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, Dandim 0818 Kabupaten Malang dan Kota Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad serta Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung mendatangi lokasi kebakaran. 

”Tadi malam (kemarin, re.) kami ke lokasi untuk melihat. Api masih berkobar, makanya surat tanggap darurat sudah saya tandatangani untuk dikirimkan ke BNPB, agar ada bantuan pemadaman,’’ kata Sanusi. 

Dia mengatakan, untuk pemadaman api, memang cukup sulit. Karena medannya sangat terjal. Sehingga jika kondisi api belum padam hingga Senin (14/10), pihaknya meminta bantuan helikopter water bombing untuk melakukan pemadaman api dari udara.

Kawasan yang terbakar, kata Sanusi, ada di beberapa titik di wilayah Kabupaten Malang. Diantaranya Gunung Mujur Blok Curah Banteng, dan Blok Pusuk Lembu, Karangploso, Curah Sriti, Desa Toyomarto, area Candi Teleh Desa Klampok, Kecamatan Singosari, dan area Buduk Asu, Singosari. ”Informasi terakhir, yang wilayah Karangploso, sudah padam. Tinggal di wilayah Singosari. Semoga hari ini (kemarin) sudah padam,’’ ungkap Sanusi. 

Dia menambahkan, jika sampai kemarin pihaknya terus melakukan pemadaman. Tidak hanya melibatkan anggota BPBD Kabupaten Malang, tapi pemadaman juga dilakukan oleh anggota Kodim 0818 Kabupaten Malang dan Kota Batu, Polres Malang, Tahura R.Soerjo, Perhutani, dan relawan.  

Sementara Minggu (13/10) pemadaman terus dilakukan. Dipimpin langsung Dandim 0818 Kabupaten Malang dan Kota Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad dan Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung.

Dikatakan Kapolres, untuk pemadaman kemarin pihaknya mengerahkan sekitar 300 orang. Terdiri dari anggota Kodim 0818 Kabupaten Malang, Polres Malang, Tahura R.Soerjo, Perhutani, dan relawan.

Semula pemadaman dilakukan siang. Namun karena cuaca sangat terik, pemadaman dilakukan menjelang sore. Pembarangkatan tim pemadaman Karhutla Gunung Arjuno ditandai dengan apel yang digelar di BBIB Singosari.

Dalam sambutannya, Yade meminta seluruh peserta yang ikut melakukan pemadaman berhati-hati dalam menjalankan tugas, dan selalu mengutamankan keselamatan. Karena medan di area yang terbakar sangatlah terjal. Sebagian area yang sehari sebelumnya terbakar, sudah padam. Namun, untuk mengantisipasi api tidak kembali menyala, pihaknya akan melakukan lokalisir, dengan membuat galian di area yang terbakar,’’ ungkapnya.

Sedangkan Dandim 0818 Kabupaten Malang dan Kota Batu, Letkol Inf Ferry Muzawwad menyebutkan pemadaman kebakaran hutan di Gunung Arjuno ini merupakan kegiatan prioritas. Selain memadamkan api, juga melindungi ekosistem yang ada di hutan. ”Terpenting adalah menjaga kelestarian alam, dan menjaga sumber air. Karena di Gunung Arjuno ada sumber air yang alirannya mengalir ke enam Kabupaten,’’ katanya. 

Sama seperti Kapolres, Ferry berpesan kepada seluruh peserta yang terlibat pemadaman untuk selalu berhati-hati, dan mengutamakan keselamatan. Sementara itu Kepala UPT Tahura R Soerjo, Ahmad Wahyudi menyebutkan kebakaran hutan terjadi sejak Kamis (10/10) lalu. Kebakaran ini terus meluas, seiring dengan hembusan angin kencang yang terjadi beberapa hari sebelumnya. ”Untuk luasan masih belum diketahui. Karena saat ini masih dalam penanganan,’’ katanya.

Wahyudi menyebutkan, sejatinya untuk wilayah Kabupaten Malang pagi kemarin sudah clear alias sudah tidak ada titik api. Namun, pukul 10.00, beberapa titik kembali mengeluarkan asap. ”Karena masih ada asap, kami berusaha mengantisipasi agar tidak menjadi api, agar tidak membakar dan meluas,’’ tandasnya. (ira/udi/Malangpostonline.com )

Editor : udi
Uploader : irawan
Penulis : ira
Fotografer : ira

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU