Melalui Sipanji, Target Perolehan Pajak Naik

  • 13-11-2019 / 20:51 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Melalui Sipanji, Target Perolehan Pajak Naik SIPANJI: Kepala Bapenda Kabupaten Malang Dr Purnadi menunjukkan website Sipanji untuk mempercepat layanan pembayaran pajak.

Malangpostonline.com – Beragam upaya upaya dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang  meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya dengan membuat aplikasi Sipanji (Sistem informasi pajak daerah mandiri). Sipanji merupakan aplikasi yang memuat tentang layanan pajak daerah, dan aplikasi ini sudah tersedia di android. 

”Aplikasi ini, tidak hanya berisi tentang layanan pajak. Tapi juga memberikan kemudahan kepada wajib pajak untuk membayar pajak,’’ kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang Dr Purnadi SH MSi. 

Purnadi menjelaskan, Sipanji merupakan inovasi dari Bapenda yang tujuannya memberikan kemudahan kepada masyarakat terutama informasi tentang pajak. Aplikasi Sipanji dikatakan Purnadi merupakan sebuah terobosoan, sekaligus menjawab tantangan masyarakat, terhadap layanan berbasis digital. 

 

Menurut Purnadi, warga tidak perlu ribet untuk mengetahui informasi pajak dan tanggungan yang harus dibayar. Dengan satu sentuhan di smartphone, wajib pajak tidak hanya mengetahui informasi tentang pajak, tapi juga jumlah pajak yang harus ditanggung. 

”Sipanji sebetulnya sudah lama. Hanya saja dulu, aplikasi ini masuk dalam website Bapenda. Artinya, wajib pajak yang ingin mengetahui informasi tentang pajaknya dia harus masuk dulu ke website kami. Dari website kami baru kemudian mereka masuk layanan Sipanji yang ada di sana,’’ katanya. 

Dikatakan Purnadi, masuk ke website kemudian memilih dan membuka layanan Sipanji, masih tergolong ribet. ”Karena itu kemudian, kami membuat ini, maksudnya aplikasi berbasis android. Sehingga wajib pajak bisa langsung membayar, tanpa ribet,’’ tambahnya. 

Kendati demikian, meskipun sudah tersedia di android, Sipanji yang ada di Website tidak dimatikan, karena dapat menjadi pilihan masyarakat.  ”Kalau tidak download Sipanji, masih bisa menggunakan metode lama, masuk ke website kami, baru kemudian masuk ke Sipanji,’’ tuturnya. 

Sejak diluncurkan pertengahan September lalu, Sipanji telah diakses sekitar 4.000-an WP aktif. 

Sekalipun tersedia di android, untuk mengakses Sipanji tidak berbeda dengan sistem yang lama. Wajib pajak bisa masuk menggunakan user name maupun pasword nomor pokok wajib pajak daerah (NPWPD) masing-masing. "Semua WP yang telah terdaftar, pasti memiliki NPWPD. Untuk paswordnya, wajib pajak bisa mengubah," ujarnya.

Melalui aplikasi Sipanji pembayaran pajak tak perlu dilakukan di Kantor Bapenda. Tapi pembayaran pajak dapat dilakukan via transfer, e-Banking, maupun mobile banking.  "Wajib Pajak yang non nasabah Bank Jatim, bisa menggunakan kode VA. Semua data terekam secara digital," tuturnya. 

Dia menambahkan, semua semua pembayaran pajak melalui aplikasi tersebut, langsung masuk ke kas daerah (Kasda). "Semua pembayaran langsung masuk ke Kas Daerah. Tujuan kami ada aplikasi ini mempermudah WP mengurus hal-hal yang berkaitan dengan pajak. Kami menyebutnya dengan layanan all in one," terang Purnadi. 

Dengan memberikan kemudahan tersebut, Purnadi berharap pendapatan pajak Kabupaten Malang semakin meningkat. Dia menyebutkan tahun 2019 targer PAD Rp 266 miliar dari total sasaran PAD sebanyak Rp 600 miliar. "Sektor pajak menyumbang sekitar 40 persen dari total PAD. Secara umum, pendapatan asli daerah di posisi saat ini tercapai sekitar 81 persen," tandasnya.(ira/udi/Malangpostonline.com )

Editor : udi
Uploader : irawan
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU