Gubernur Khofifah: Telur Jatim Aman Dikonsumsi

  • 18-11-2019 / 08:12 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Gubernur Khofifah: Telur Jatim Aman Dikonsumsi TINJAU: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memilih dan melihat langsung produksi telur milik peternak di Desa Kambingan, Tumpang, kemarin.

Malangpostonline.com - Sedikitnya 8,2 miliar telur Jawa Timur, dipastikan aman dikonsumsi dan higienis. Sebab produksinya dilakukan secara baik dan benar sesuai standar mutu yang diberlakukan.

‘’Makanya, hari ini, saya mengajakan teman-teman (wartawan) untuk melihat langsung, proses petenak telur di Kabupaten Malang,’’ tandas Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke Desa Kambingan, Kecamatan Tumpang, Minggu (17/11) pagi.

Di kawasan Tumpang, Khofifah didampingi Bupati Malang HM Sanusi, melihat langsung proses produksi telur milik H Cholik. Khofifah ingin meyakinkan kepada mata dunia jika telur produksi Jawa Timur tidak seperti yang digembar-gemborkan saat ini.

Seperti diketahui, para peneliti jaringan kesehatan lingkungan global IPEN, bersama dengan Asosiasi Arnika dan beberapa lokal Indonesia merilis laporan ‘’Plastic Waste Poisons Indonesia’s Food Chain’’.

Penelitian dilakukan di kawasan Tropdo, Sidoarjo. Tepatnya di lokasi yang dipenuhi dengan limbah plastik impor dari Cina. Hasil penelitian yang dimuat The Guardian, Jumat (15/11), menyebutkan bahwa telur dari ayam yang mencari makan di sekitar tumpukan sampah plastik di Tropodo memiliki tingkat kontaminasi dioksin terparah sedunia.

Dikatakan Khofifah, ayam petelur yang diteliti di Tropodo adalah ayam kampung. Ayam milik kurang lebih 400 KK di Tropodo.  Sudah begitu dilepasliarkan di kawasan limbah plastik impor dari Cina.

Bisa jadi yang memelihara hanya sekitar 40 KK saja. Jika satu KK memiliki 10 ekor ayam dan hasil telurnya, maksimal ditaksir hanya 4 ribu butir, maka tidak relevan kalau kemudian telur ayam asal Jatim mengandung racun semuanya.

‘’Telur yang dijadikan penelitian adalah telur dari ayam kampung, yang dilepasliarkan. Tidak diternak secara baik dan benar seperti di sini (Tumpang). Tidak fair, kalau kemudian telur ayam  asal Jatim  berbahaya dikonsumsi,’’ ucapnya kalem.

Dipilih Kabupaten Malang sebagai percontohan, Khofifah menyebutkan, Kabupaten Malang adalah satu  di antara tiga kabupaten di Jatim pemasok telur terbesar. Telur dari Kabupaten Malang dikonsumsi tidak hanya warga Jatim.

‘’Sekali lagi, di sini telur ayam dihasilkan dari ayam yang diternak secara profesional. Secara benar. Secara standar dari Dinas Peternakan,’’ kata Khofifah dengan menunjukkan telur ayam di tangannya yang langsung diambil dari ayam yang baru bertelur.

Ditambahkan dia, 90 persen peternakan di Malang dikelola dan dimiliki oleh rakyat. Karena itu jika isu telur beracun hasil penelitian di Tropodo jika tidak diluruskan bisa membahayakan kelangsung hidup peternak di Jatim.

Di tempat yang sama, Ketua Kelompok Ternak Telur Intan, H Kholik menyebutkan, produksi dan penjualan telur miliknya tidak ada masalah sama sekali. Artinya, produksi telur rakyat tetap akan dipercaya oleh konsumen.

‘’Dan saya berterima kasih, hari ini, diperhatikan langsung bu gubernur, pak bupati dan instansi lainnya. Ini bukti, kalau peternakan rakyat masih bisa dipercaya,’’ tandas H Kholik, yang peternakannya bersisi 300 ribu ekor ayam petelur.

Data yang dihimpun Malang Post menyebutkan, kontribusi telur Jatim secara nasional mencapai 29 persen. Setiap tahun, mengalami surplus 191 ribu ton atau 2,8 miliar butir telur. Telur Jatim dikirim ke Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTT dan NTB. (has/van/Malangpostonline.com)

Editor : van
Uploader : irawan
Penulis : has
Fotografer : has

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU