Sanusi: Padi Varietas Brang Biji Jadi Percontohan

  • 21-11-2019 / 21:52 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Sanusi: Padi Varietas Brang Biji Jadi Percontohan PANEN:  Bupati H.M Sanusi bersama Kepala BBPPMBTPH Ditjen Tanaman Pangan Kementan RI, Ir Warjito MSi dan Dandim 0818, Letkol Inf Ferry Muzzawwad dan Ketua DPRD Didik Gatot Subroto mengangkat padi Brang Biji sebagai tanda panen.

Malangpostonline.com - Upaya Pemerintah Kabupaten Malang meningkatkan kualitas padi jenis Hibrida dengan varietas Brang Biji memang patut diacungi jempol. Terbukti, setiap kali panen selalu terjadi peningkatan hasil. Seperti panen kemarin, panen ke-4 tersebut, padi jenis tersebut mampu menghasilkan 14.4 ton per hektar. Padahal sebelumnya atau pada panen ketiga, padi Brang Biji hanya mampu menghasilkan 10.5 ton per hektar.

Hal itu membuat Bupati Malang, H.M Sanusi senang, dan memberikan apresiasi kepada Dinas Tanaman Pangan Hortikutura dan Perkebunan Kabupaten Malang, yang sudah bekerja keras dalam hal perbaikan kualitas padi, sehingga padi tersebut memiliki hasil yang sangat baik. "Penanaman padi varietas Brang Biji masih percontohan. Ini merupakan hasil studi banding saya ke Tiongkok beberapa waktu lalu. Saya sangat senang, karena padi ini panennya sangat memuaskan," ujarnya.

Sanusi menjelaskan, jika padi Brang Biji ini merupakan padi jenis hibrida yang penanamannya bebas bahan kimia dan pestisida. "Pupuk yang digunakan semuanya adalah pupuk organik. Jadi padi ini penanamannya bebas bahan kimia," ungkapnya.

Seiring dengan hasil yang memuaskan tersebut, Sanusi menekankan kepada DTPHP untuk melakukan pengembangan. Bahkan dia berharap, seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Malang juga ditanam padi varietas Brang Biji.

Kepala DPTHP, Dr Ir Budiar Anwar, M.Si mengatakan, jika capaian 14.4 ton pet hektar itu belum maksimal. Dia yakin, produktivitas padi jenis Brang Biji masih bisa bertambah. ‘’Kami terus mencari formula untuk diterapkan pada jenis padi Brang Biji. Sehingga ke depan hasilnya lebih memuaskan," tambahnya.

Menurut Budiar untuk padi jenis lokal, hasil panen maksimal adalah 8 ton per hektar. Karenanya, Budiar siap dengan tantangan Sanusi, dimana padi ini ditanam di berbagai tempat alias tidak hanya di Singosari. "Kami terus melakukan pengemban. Terutama  di Kabupaten Malang, dalam rangka upaya meningkatkan produktivitas padi untuk mendukung program pemerintah pusat yakni ketahan pangan dan swasembada beras.

Sementaa itu, panen padi jenis Brang Biji ini kemarin secara simbolis dilakukan oleh Kepala Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBPPMBTPH) Ditjen Tanaman Pangan Kementan RI, Ir Warjito MSi. Kegiatan ini dihadiri Dandim 0818 Kabupaten Malang dan Kota Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gstot Subroto dan sejumlah tamu undangan lainnya. Dalam kesempatan tersebut, juga dimanfaatkan Sanusi untuk menggelontor bantuan Alsin, dari Kementrian Pertanian.

Sementara itu, Muhammad Rokhim, salah satu petani mengakui produktivitad padi jenis Brang Biji memang lebih bagus dibandingkan jenis padi lokal. Selain batangnya lebih banyak, biji padi juga lebih banyak. "Bijinya lebih banyak dibandingkan dengan padi lokal. Ini yang membuat produktifitas padi ini lebih baik dibandingkan jenis padi lokal," tandasnya. (ira/udi/Malangpostonline.com)

Editor : udi
Uploader : slatem
Penulis : ira
Fotografer : ira

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU