Dewi Cemara, Boon Pring Turen Targetkan Omset Rp 4,2 M

  • 29-11-2019 / 14:06 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Dewi Cemara, Boon Pring Turen Targetkan Omset Rp 4,2 M PILOT PROJECT: M Yasin (tengah) terus memantau perkembangan progam Dewi Cemara Boon Pring di Sanankerto Utara, Turen, Malang. (HARY SANTOSO/MPonline)

Malangpostonline.com – Progam Dewi Cemara jadi andalan Pemprov Jatim untuk mengangkat 361 desa tertinggal di Jatim. Sebab, progam ini hasilnya langsung dirasakan warga desa tertinggal tersebut.

‘’Ada banyak progam. Salah satunya adalah progam Dewi Cemara (Desa Wisata Cerdas Mandiri dan Sejahtera). Pengelolaannya melalui BUMdes,’’ tandas M Yasin, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jatim di kantornya, Jumat (29/11) pagi.

Yasin lantas menyebut, beberapa Dewi Cemara yang sedang dan telah berkembang di Jatim. Diantaranya Desa Wisata Eco Boon Pring di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen. Lokasi wisata yang benar-benar memanfaatkan sumber daya alam dan kearifan lokal.

RAMAI: Tidak hanya dari Malang Raya dan Surabaya, wisatawan asal Madura pun tertarik mendatangi lokasi wisata Boon Pring, Turen, Malang. (HARY SANTOSO/MPonline)

‘’Umurnya baru tiga tahun (boon Pring). Tapi perkembangannya sangat pesat sekali,’’ ucap Yasin dengan menyebut pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)-nya sangat profesioal.

Ditemui secara terpisah, Samsyul Arifin, Direktur BUMDes Boon Pring, membenarkan. Dihadapan Pokja Wartawan Pemprov Jatim, Kamis (28/11) kemarin, Syamsul membeberkan semua prestasinya.

‘’Luas wilayah Boon Pring, 363 hektar. Meski modal awalnya hanya 170 juta, tapi dikelola profesional dan sungguh-sungguh, sekarang Boon Pring berkembang cukup siginifikan,’’ tandas Syamsul.

Sebagai bukti, Syamsul didampingi Djamaludin Kades Sanankerto lantas mengurai, kinerja BUMDes yang dikelolanya. Sayang, Syamsul enggan menyebut berapa nilai keuntungan yang dibukukan setiap tahun.

Tahun pertama berdiri yaitu 2017, kata Syamsul, Boon Pring mampu mendatangkan 170 ribu pengunjung. Dari hasil ini juga manajemen Boon Pring bisa membukukan omset sedikitnya Rp 1,7 miliar.

Tidak puas sampai di sini. Berbagai cara dilakukan manajemen agar Boon Pring lebih berkembang lagi. Hasilnya tahun kedua, di tahun 2018, lokasi wisata yang menawarkan keindahan alam ini telah dikunjungi 280 ribu pengunjung.

Otomatis omset yang diraup BUMDes pun terkerek naik. Hingga tutup buku 2018, manajemen meraih omset Rp 2,8 miliar. ‘’Salah satu kenaikan jumlah pengunjung karena Boon Pring semakin dikenal masyarakat luas,’’ kata Syamsul.

Sekali lagi, manajemen Boon Pring tidak langsung puas. Pembenahan dan peningkatan fasilitas penunjang, terus digeber. Termasuk kekuatan fasilitas lahan parkir untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung.

Tahun 2019 ini, ucap Syamsul, pihaknya berusaha menarik sebanyak 420 ribu pengunjung. Jika tercapai maka pundi-pundi Boon Pring bisa menggelembung hingga Rp 4,2 miliar di tahun ke tiga berdiri.

‘’Sampai awal Oktober omset sudah mencapai Rp 2,9 miliar. Pengunjung telah menembus angka 300 ribu orang. Kami manajemen optimis target Rp 4,2 miliar akan terpenuhi,’’ pungkas Syamsul meyakinkan.

Guna menjaga ekosistem sekitar lokasi wisata, Boon Pring akan menanam 100 varietas bambu. Sekarang ini, telah tersedia 72 jenis bambu. Ke depan, Boon Pring diproyeksikan bisa menjadi Museum Hidup pohon Bambu terbanyak di dunia. (has/Malangpostonline.com)

Editor : Hary Santoso
Uploader : irawan
Penulis : has
Fotografer : has

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU