Disnaker Sosialisasikan UMK Tahun 2020 Kepada Perusahaan

  • 05-12-2019 / 17:36 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Disnaker Sosialisasikan UMK Tahun 2020 Kepada Perusahaan Disnaker Kabupaten Malang, ketika mengadakan kegiatan sosialisasi tentang UMK 2020.

Malangpostonline.com - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang, mensosialisasikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) tahun 2020, Kamis (5/12). Sosialisasi ini, pasca Gubernur Jawa Timur menetapkan UMK tahun 2020, beberapa waktu lalu.

Kegiatan sosialisasi yang diadakan di salah satu perguruan tinggi di Kota Malang ini, diikuti puluhan perusahaan. Termasuk ketua serikat buruh.

Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnaker Kabupaten Malang, Achmad Rukmiyanto menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya untuk menyampaikan informasi soal UMK saja. Melainkan menjadi ajang untuk sharing dan diskusi.

"Jadi kegiatan ini bukan hanya untuk menyampaikan informasi soal UMK saja. Kalau informasi UMK bisa langsung kita dapatkan melalui internet. Tinggal klik saja. Tapi dalam forum ini juga kita manfaatkan untuk sharing kendala," terang Achmad Rukmiyanto.

Totok sapaan akrabnya menyampaikan, hingga saat ini masih belum ada perusahaan yang melakukan pengajuan penangguhan UMK. Jika ada perusahaan yang hendak mengajukan penangguhan, sebaiknya dilakukan bulan ini.

"Karena pengajuan itu maksimal sepuluh hari sebelum diberlakukannya UMK," kata Totok.

Lebih lanjut, pengajuan penangguhan ini akan dikirimkan langsung ke Disnakertrans Provinsi Jawa Timur. Atau juga bisa dikirimkan kepada Disnaker Kabupaten Malang. Baru kemudian pihak Disnaker akan kirimkan ke Surabaya.

"Setelah itu, akan keluar surat keputusan dari Provinsi Jawa Timur yang ditanda tangani oleh Gubernur Jatim," katanya.

Sebagai informasi, tahun 2019 UMK di Kabupaten Malang sebesar Rp 2.781.564.  Sementara di tahun 2020 naik menjadi Rp 3.018.275,36.

Terpisah Ketua DPC KSPSI Kabupaten Malang, Kusmantoro Widodo mengimbau kepada perusahaan untuk memanfaatkan forum ini dengan baik. Kemudian, menyelesaikan kendala yang ada di perusahaan utamanya yang berkaitan dengan buruh.  "Supaya ke depan tidak menjadi api dalam sekam. Selesaikan secara bipartit dulu," tegasnya.(agp/Malangpostonline.com)

Editor : agp
Uploader : slatem
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU