DPKPCK Kabupaten Malang

KP-SPAMS Sumbersari Selesaikan Persoalan Kekurangan Air

  • 07-12-2019 / 16:26 WIB
  • Kategori:Kabupaten
KP-SPAMS Sumbersari Selesaikan Persoalan Kekurangan Air SIAP: Pengelola KP-SPAMS Sumbersari, Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak berfoto bersama dengan tim juri KP-SPAMS Berkinerja Terbaik 2019.

Malangpostonline.com - KP-SPAMS Sumbersari, Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak menjadi jawaban bagi persoalan kekurangan air di wilayah permukiman tersebut. Satu dusun memakai penyediaan air Pamsimas yang dikelola KP-SPAMS Sumbersari. Yaitu 406 sambungan rumah, di dusun Patokpicis. Ketua KP-SPAMS Sumbersari, Edi Suwarno menyebut, sebagian besar persoalan air di wilayah Patokpicis adalah kekurangan air.

Terutama disaat kemarau. “Sebelum ada Pamsimas, penggunaan air di sini tak tertata, sehingga sering kekeringan dan kurang-kurang air,” ujar Edi kepada Malangpostonline.com. Dalam penilaian KP-SPAMS Berkinerja Terbaik 2019 Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Edi memaparkan bahwa momen kemarau di pertengahan tahun adalah momen yang pernah ditakuti warga Patokpicis.

Sebab, air sangat langka dan membawa banyak persoalan keseharian di permukiman Dusun Patokpicis. “Sekarang, kami tidak takut lagi, karena sistem dan manajemen pengelolaan air tertata dengan baik. Air dipakai dengan prinsip keadilan, yang pakai banyak, iurannya banyak, yang pakai sedikit juga tak bayar mahal. Kemarau pun, air mengalir lancar di sini,” sambung dia.

Edi merinci, untuk pemakaian air 0-10 meter kubik, ditarik iuran Rp 10.000. Sementara, pemakaian 10-20 meter kubik, ditarik tambahan Rp 7.000, jadi Rp 17.000. Untuk 20-30 meter kubik, ditarik per meternya Rp 1.000. Sementara, pemakaian di atas 30 meter kubik, ditarik iuran Rp 1.500 per meter.

“Sebagian besar yang pakai adalah keluarga. Kalau yang di atas 30 meter kubik, itu biasanya usaha, seperti peternakan. Kami menerapkan sistem kontrol dengan menugaskan petugas pencatat meteran, dari situ bisa tahu iuran dan tagihan airnya berapa dari tiap keluarga,” sambung pria ini. Tak hanya mengecek meteran air, petugasnya juga menampung semua keluhan.

Apabila ada kerusakan teknis, petugas dalam waktu 24 jam, langsung melakukan penanganan, dengan harapan air tetap mengalir sepanjang hari tanpa ada kemacetan. “Kami juga ada grup WhatsApp (WA) para pemanfaat, sehingga setiap ada persoalan, mereka wadulnya ke grup WA ini. Misalnya, ada pipa bocor, kami tidak menunggu lama, langsung gerak untuk perbaikan,” tutupnya. (fin/mar/Malangpostonline.com)

 

Editor : mar
Uploader : slatem
Penulis : fin
Fotografer : fin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU