DPKPCK Kabupaten Malang

KP-SPAMS Sumber Lancar Ubah Gaya Hidup Warganya

  • 08-12-2019 / 17:32 WIB
  • Kategori:Kabupaten
KP-SPAMS Sumber Lancar Ubah Gaya Hidup Warganya SERIUS: Tim juri lomba KP-SPAMS Berkinerja Terbaik 2019 melakukan cek lapangan di KP-SPAMS Sumber Lancar, Desa Donowarih, Karangploso.

Malangpostonline.com - KP-SPAMS Sumber Lancar, Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, memanfaatkan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang untuk mengubah gaya hidup warga. Penggunaan air sumur berdekatan dengan saluran pembuangan, berpotensi menurunkan derajat sanitasi warga.

Trisih Panganti, Ketua KP-SPAMS Sumber Lancar, menganggap bahwa program Pamsimas sangat bermanfaat bagi warga Dusun Karangan, Desa Donowarih. “Dulu, sumur warga dekat dengan saluran air pembuangan dari toilet, air cucian dan kandang sapi. Kami khawatir dengan kualitas airnya. Kebetulan ada Pamsimas, langsung kami manfaatkan,” kata Trisih kepada Malangpostonline.com.

Dalam momentum lomba KP-SPAMS Berkinerja Terbaik 2019, Trisih menyebut bahwa pertumbuhan penggunaan Pamsimas sangat berdampak positif. Total, ada sekitar 330 sambungan rumah yang menikmati layanan air tersebut. Pamsimas mulai dibangun tahun 2018. “Manajemen KP-SPAMS Sumber Lancar sendiri baru delapan bulan, banyak perlu pembenahan,” ungkapnya.

Tapi, lanjut dia, secara umum masyarakat pengguna sangat puas karena kadar airnya berkualitas. “Yang paling utama, tidak meminta air dari daerah lain, tapi dari sumber wilayah kami sendiri,” tegas Trisih. Dulu, selain memakai sumur, warga juga memanfaatkan swadaya air, tapi sumber air berasal dari desa sebelah. Warga sendiri tak mungkin membangun fasilitas penyedia air yang nilai proyeknya bisa ratusan juta rupiah.

Karena itu, program Pamsimas disambut dengan tangan terbuka sebagai solusi penyediaan air yang berdaya. “Dulu ada swadaya, tapi air kurang layak. Sekarang ada Pamsimas, kami bisa memantau sendiri kualitas dan debit airnya. Karena sumber airnya agak jauh, tiga mungkin bangun sendiri fasilitas yang harganya ratusan juta itu. Makanya, Pamsimas disambut baik,” jelas wanita 49 tahun itu.

Warga pemanfaat Pamsimas bisa menggunakan air dengan membayar iuran sesuai penggunaan. Tiap satu meter kubik, iurannya adalah Rp 1.000. Jika ada kelipatan penggunaan, maka tarifnya berlipat secara flat. Trisih menyebut belum ada tarif progresif untuk warga. KP-SPAMS Sumber Lancar sendiri bermarkas di Jalan Umbul Karangan, Desa Donowarih, Karangploso. (fin/mar/Malangpostonline.com)

Editor : mar
Uploader : irawan
Penulis : fin
Fotografer : fin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU