Banyak Gedung Sekolah Rusak, Pemkab Siapkan Rp 8,5 M

  • 08-12-2019 / 19:43 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Banyak Gedung Sekolah Rusak, Pemkab Siapkan Rp 8,5 M BUTUH PERBAIKAN:  Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Slamet Suyono meninjau SD Ampeldento 2 Karangploso.

Malangpostonline.com - Banyak bangunan Sekolah Dasar (SD) yang rusak, mendapat respon dari Pemerintah Kabupaten Malang. Pada 2020 mendatang, melalui APBD digelontorkan anggaran senilai Rp 8.5 Miliar. Anggaran tersebut untuk mengcover 33 sekolah. Dari 33 sekolah tersebut, salah satunya yang akan diperbaiki adalah SDN 2 Ampeldento, Kecamatan Karangploso.

Seperti diketahui, salah satu gedung di SDN Ampeldento terpaksa tidak digunakan. Karena  Gedung dengan tiga kelas itu kondisinya memprihatinkan. Bagian atap gedung rusak dan nyaris roboh, lantaran tiang penyangga atapnya patah.

Kepala Bidang SD, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Slamet Suyono mengatakan, ini merupakan kali pertama APBD mengcover biaya untuk perbaikan sekolah. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Malang yang menyetujui usulah anggaran untuk perbaikan sekolah. Harapan kami melalui anggaran tersebut, dapat mengurangi jumlah sekolah yang rusak,’’ katanya.

Slamet menyebutkan, pada 2019 pihaknya mendapatkan banyak laporan sekolah rusak. Kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah belajar. Tapi juga perpustakaan dan fasilitas sekolah lainnya. Dinas Pendidikan tidak dapat berbuat banyak, selain hanya menunggu. Karena Dinas Pendidikan tidak memiliki anggaran untuk perbaikan sekolah.

Hingga akhirnya pada 2020 mendatang, Dinas Pendidikan mengusulkan anggaran untuk perbaikan, dan usulan itu disetujui dewan. “Sesuai laporan yang masuk total ada sekitar 102 sekolah yang dilaporkan rusak. Sementara anggaran saat itu tidak ada, sehingga kami meminta izin kepada Kepala Dinas Pendidikan, untuk mengajukan anggaran ke beberapa instansi, termasuk pada Kementrian Pendidikan dan Kementrian PUPR,’’ tambahnya.

Untuk Pemkab Malang, kata Slamet sudah disetujui. Pada 2020 mendatang, Pemkab menggelontorkan anggaran Rp 8.5 miliar. Sementara Kementrian Pendidikan, sementara ini akan mengcover 14 sekolah, dan Kementrian PUPR akan mengcover 6 sekolah. “Data untuk Kementrian Pendidikan dan Kementrian PUPR belum valid, karena pertengahan bulan nanti akan dilakukan validasi oleh masing-masing kementrian,’’ ungkapnya.

Menurut Slamet, anggaran yang bersumber dari pusat, validasi harus dilakukan lagi. Kendati masih jauh dari jumlah total sekolah yang rusak, namun Slamet mengaku bersyukur. Dengan adanya anggaran dari APBD  akan mengurangi jumlah sekolah yang rusak.

“Idealnya setiap tahun ada 100 sekolah yang diperbaiki. Dengan rata-rata 100 sekolah, maka sekolah yang sama akan diperbaiki kembali pada 10 tahun ke depan,’’ ujarnya.

Slamet merinci jumlah total sekolah dasar di Kabupaten Malang sebanyak 1100. Jika setiap tahun yang diperbaiki hanya 50 sekolah, maka sekolah yang sama akan diperbaiki kembali 20 tahun mendatang. “Sementara usia bangunan itu hanya 10 tahun atau maksimal 15 tahun,’’ tambahnya.

Untuk mengcover kekurangan anggaran perbaikan sekolah, pihaknya siap menggandeng perusahaan di Kabupaten Malang. “Harapan kami, perusahaan-perusahaan di Kabupaten Malang memiliki empati dengan membantu perbaikan gedung dan fasilitas sekolah,’’ pungkasnya. (ira/udi/Malangpostonline.com)

Editor : udi
Uploader : irawan
Penulis : ira
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU