Soal Ijasah Palsu Oknum Guru, Sanusi: Kami Kecolongan, Tak Ada Toleransi!

  • 08-12-2019 / 21:22 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Soal Ijasah Palsu Oknum Guru, Sanusi: Kami Kecolongan, Tak Ada Toleransi!

Malangpostonline.com - Peringatan tegas disampaikan Bupati Malang Sanusi, menyikapi kasus dugaan ijasah palsu oknum GTT di salah satu SMPN di Kepanjen. Agar tidak terulang, Bupati memastikan akan menindak tegas pelaku jika didapati kasus serupa.

"Ya, soal ijasah palsu itu memang di luar sepengatahuan, dan kami kecolongan atas kejadian ini. Tapi, Saya sudah meminta kepada Kapolres untuk mengusut tuntas. Siapapun yang terlibat, dan yang mengantarnya, karena ini jelas-jelas merugikan negara," tegas Bupati, Ahad (8/12) pagi.

Terlebih, tegasnya, jika yang menjadi oknum adalah guru aparat sipil negara yang digaji pemerintah. Kalau pun oknum pelakunya honorer, kata Sanusi, maka sebenarnya yang bersangkutan makan gaji yang didapat secara tidak sah.

Sanusi juga meminta jajaran terkait untuk lebih ketat dan mewasadai agar kasus serupa tidak terjadi di kemudian hari. 

"Mulai besok Senin, saya minta inspektorat, bagian hukum dan BPSDM, untuk menerbitkan Intruksi Bupati, yang memerintahkan setiap SKPD untuk mendata ulang (keabsahan ijasah) staf dan honorer, juga GTT/PTT, di unit kerjanya masing-masing," jelasnya.

Manakala ditemukan ada kesengajaan pemalsuan atau menggunakan ijasah palsu, Sanusi dengan tegas meminta oknum pelaku segera diberhentikan.

"Kami tegas. Jika memang ada temuan, dan oknum yang bersangkutan tidak mengundur diri, maka akan kami serahkan prosesnya pada penegak hukum," tegasnya.

Sebelumnya, dalam sambutannya di depan puluhan ribu guru saat kegiatan Peringatan HUT PGRI ke-74 Kabupaten Malang di Talok Turen hari ini, Sanusi menegaskan hal serupa. Ia juga menekankan, agar guru yang meragukan ijasahnya segera melaporkan diri ke satuan kerjanya.

Jika tidak, lanjutannya, pihaknya tak segan-segan menyerahkan masalah pemalsuan ini kepada pihak berwajib, kalau memang didapati ijasahnya diragukan.

Bupati Sanusi juga menegaskan apresiasi dan harapannya, terjadi peningkatan kesejahteraan khususnya bagi guru tidak tetap (GTT).

"Tahun depan, semoga gaji GTT sudah setara UMR. Prosesnya sedang terus kami perjuangkan," kata Bupati Sanusi, disambut riuh apalus guru yang mrnjadi peserta Gerak Jalan Sehat PGRI. (amn/Malangpostonline.com)

Editor : bua
Uploader : irawan
Penulis : amn
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU