Koperasi Dituntut Bersaing dengan Badan Usaha Swasta

  • 09-12-2019 / 17:47 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Koperasi Dituntut Bersaing dengan Badan Usaha Swasta PELATIHAN: Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, dalam kegiatan pelatihan SKKNI untuk pengelola Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam yang ada di Kabupaten Malang.

Malangpostonline.com - Koperasi di Kabupaten Malang dituntut bisa bersaing dengan pelaku usaha lain, baik swasta maupun BUMN. Karena itu untuk menghadapi era revolusi industri 4.0, harus bisa menciptakan inovasi supaya tidak ketinggalan zaman.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, ketika membuka pelatihan SKKNI di Pendopo Kabupaten Malang, Jalan Panji, Kepanjen, Senin (9/12). "Kalau tidak berbenah dari sekarang, maka akan ketinggalan. Karenanya saya berharap Koperasi di Kabupaten Malang, bisa bersaing dengan badan usaha swasta dan BUMN," ucap Sanusi.

Pelatihan Standar Kerja Kompetensi Nasional Indonesia (SKKNI) ini, diikuti oleh pengelola Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam yang ada di Kabupaten Malang. Pelatihan ini, merupakan upaya strategis dalam memberikan perhatian yang besar bagi pemberdayaan koperasi. Harapannya, supaya dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan struktur perekonomian nasional yang seimbang, berkembang dan berkeadilan.

Menurutnya, Pemkab Malang selama ini terus berupaya mengoptimalkan sumber daya aparatur. Sekaligus memperkuat jalinan kerja sama kemitraan dengan unsur akademisi maupun dengan pelaku bisnis.

Selain itu, terbentuknya Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang beroperasi sejak awal tahun 2018, juga mampu berkontribusi positif dalam memberikan kemudahan pelayanan, terutama kepada pelaku koperasi dan UMK di Kabupaten Malang. ‘’Melalui pelatihan ini, semoga dapat memberikan motivasi kepada seluruh pengurus koperasi agar terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kapabilitas SDM di bidang koperasi. Agar ke depan mampu menjawab tantangan dan tuntutan manajemen koperasi yang akan semakin berat dan semakin kompleks," terangnya.

Dikatakan, koperasi memegang peranan penting menghimpun kegiatan perekonomian masyarakat, supaya mampu mewujudkan sistem ekonomi mandiri berbasis kerakyatan. Karena itu, perlu adanya sinergitas yang baik antara seluruh elemen, baik pemerintah, stakeholders, dan juga para pelaku usaha koperasi. Sehingga ke depan, koperasi mampu meningkatkan peran dan fungsinya, untuk membantu mempercepat proses pembangunan daerah.

Kepala Dinas Koperas dan Usaha Mikro Kabupaten Malang, Pantjaningsih Sri Redjeki mengatakan, bahwa ribuan koperasi di Kabupaten Malang sama-sama memiliki kendala kurangnya kesadaran anggota saat kontribusi iuran rutin. Sehingga kendala itu, menjadikan koperasi sulit berkembang.

"Koperasi itu kan dari anggota untuk anggota. Tetapi kebanyakan kesadaran anggota menyetorkan iuran pokok sesuai dengan AD-ART yang ditetapkan masih kurang. Padahal ketika semua anggota mendukung, otomatis ada perputaran modal yang berimbas pada kesejahteraan anggotanya," jelas Pantjaningsih.

Sebagai informasi, jumlah koperasi di Kabupaten Malang yang aktif per-bulan Oktober 2019 sebanyak 1291 koperasi. Total anggota dari jumlah koperasi tersebut, sebanyak 278.069 orang.

Sementara untuk permodalan, jumlah modal sendiri sebesar Rp 834,4 Miliar. Modal luar sebesar Rp 1,05 Triliun, total aset Rp 1,8 Triliun, dan volume usaha sebesar Rp 2,3 Triliun serta sisa hasil usaha sebesar Rp 57,8 Miliar. (agp/udi/Malangpostonline.com)

Editor : udi
Uploader : irawan
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU